Kamis, 21 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Jelang Mudik, Tambah Pos dan Penjaga

Senin, 11 Jun 2018 17:50 | editor : Dzikri Abdi Setia

Mudik Lebaran, Kereta Api,

TAMBAHAN: Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan jelang angkutan mudik Lebaran, PT KAI Daop 9 Jember menambah jumlah penjagaan dan petugas. (Jumai/Radar Jember)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Jember terus meningkatkan pengamanan demi suksesnya angkutan Lebaran tahun 2018. Salah satunya mereka menambah jumlah pos dan penjaga di sejumlah titik di Jember. Hal ini dilakukan terutama untuk perlintasan yang biasanya tidak ada penjaganya.

Seperti yang terlihat di salah satu kawasan perumahan di Jember. Biasanya kawasan ini dijaga oleh relawan perumahan. Namun, karena menjelang Lebaran selama angkutan mudik ini, relawan perumahan ini digandeng oleh PT KAI Daop 9 Jember. Bahkan, di pos ini juga dibuatkan tenda untuk membuat penjaga bisa terlindung.

Untuk pos ini sudah untuk ketiga kalinya digandeng PT KAI Daop 9 Jember. Yakni pada Lebaran tahun lalu, tahun baru dan sekarang. Hal ini perlu dilakukan karena memang saat Lebaran terjadi peningkatan mobile masyarakat yang sangat tinggi. 

“Pengendara jalan yang melintas di lintasan rel kereta api pasti mengalami kenaikan tajam,” terang Lukman Arif, Manajer Humas PT KAI Jember kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya pun merasa untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat selama menjelang mudik maka perlu dilakukan tambahan penjagaan di pos penjagaan yang bukan milik KAI ini. Dengan demikian, maka masyarakat akan lebih nyaman melintas serta juga bisa mengamankan perjalanan kereta api yang juga akan semakin padat saat angkutan Lebaran tahun 2018 ini.

Menurut Lukman, untuk tambahan ini dilakukan mulai 5-26 juni 2018. “Total ada sebanyak 47 pos penjaga perlintasan ekstra yang kita tempatkan,” jelas Lukman menambahkan kemarin. Selain itu, pihaknya juga menambah jumlah petugas sebanyak 94 petugas ekstra yang siap mengamankan perjalanan kereta api di Daop 9 Jember selama masa angkutan Lebaran.

Meskipun demikian, diakui Lukman, jumlah ini masih jauh sedikit dibandingkan dengan jumlah perlintasan tidak terjaga di PT KAI Daop 9 Jember. Luqman menyampaikan, di wilayah PT KAI Daop 9 Jember mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi tercatat ada 200 perlintasan liar yang beroperasi di masyarakat.

Sementara untuk Jember, total ada sekitar 55 perlintasan liar tak berpenjaga resmi. Tetapi satu sudah ditutup  oleh Pemkab Jember dan 4 sudah ditutup PT KAI. “Jadi di Jember sekarang tinggal 50 perlintasan liar,” ungkapnya. Sementara itu, mulai tahun 2017 akhir hingga Maret 2018, PT KAI Daop 9 Jember telah menutup 20 perlintasan liar. 

Penutupan perlintasan liar tersebut menggunakan besi-besi bekas rel yang dipatok ke tanah, sehingga tidak bisa lagi dilalui oleh pengendara kendaraan. “Penutupan tersebut dilakukan agar kendaraan tidak bisa lewat lagi, dan tujuan kami (menutup perlintasan liar tersebut), adalah mengamankan jalur kereta api, dan kedua pengguna jalan raya,” ujar Luqman.

Selain itu, lanjut Luqman, sejumlah perlintasan liar yang berada di daerah perkampungan juga ikut ditertibkan dan ditutup.  “Kami mempertimbangkan aspek kondisi sosial dan mempertimbangkan ketertiban masyarakat sekitar situ (perlintasan liar),” jelasnya. Oleh karena itu, untuk penutupan tersebut pihaknya berkoordinasi dengan kewilayahan dan tidak serta merta langsung menertibkan perlintasan tanpa ada komunikasi.

Pihaknya pun berharap ke depan tidak ada lagi muncul perlintasan liar lainnya di Jember. Pasalnya, hal ini tentu sangat membahayakan baik bagi pengendara maupun bagi perjalanan kereta api sendiri. “Meskipun awalnya untuk munculnya perlintasan liar ini dari dilewati jalan kaki, kemudian sepeda dan seterusnya,” terangnya. Sehingga muncul perlintasan baru karena pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar rel. 

(jr/ram/jum/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia