Rabu, 20 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Bus Kalah Penumpang dengan Kereta

Selasa, 12 Jun 2018 08:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

Mudik Lebaran, terminal tawangalun, bus,

Terminal Tawangalun terlihat lengang, para pemudik lebih memilih kereta api daripada bus. (Jumai/Radar Jember)

Musim mudik Lebaran, rupanya tak begitu membuat sopir bus semringah. Penyebabnya karena mereka tak bisa panen penumpang. Masyarakat, lebih memilih naik kereta ketimbang bus.

Kepala Terminal Tawang Alun Jember Samson Wahyu Priyono mengakui, lonjakan penumpang memang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan. Hanya 3 persen saja. “Peminat bus jauh kalah dengan kereta api,” akunya.

Samson menilai ada anomali yang sejatinya menandakan, bahwa masyarakat tak lagi mempertimbangkan harga untuk menentukan moda transportasi. Seperti yang dicontohkan, tarif bus patas eksekutif Jember – Surabaya, padahal hanya Rp 60 ribu. Sedangkan kereta api, bisa sampai Rp 160 ribu.

Namun faktanya, kini masyarakat lebih memilih kereta api meski harganya jauh lebih mahal. “Bisa jadi karena pertimbangan kenyamanan. Selain itu, ada faktor keamanan yang kemudian dinilai setimpal dengan harganya,” jelas Samson.

Sebenarnya, kata Samson, bus bisa bersaing bahkan kembali merebut masa kejayaannya. Asalkan, pemilik dan awak bus mau berbenah. Sebab diakui Samson, soal alat keselamatan pun masih ada saja bus yang tak lengkap. “Kesulitannya ada di sana,” katanya.

Dia berulang kali melakukan cek kendaraan bus di Tawang Alun, bersama pihak terkait seperti kepolisian. Perihal faktor penunjang keselamatan berkendara saja, masih saja ada yang tidak lengkap. “Seperti sabuk pengaman saja ada yang tidak ada,” keluhnya.

Belum lagi soal copet. Penumpang bus merasa trauma. Bukan hanya korban copet. Mereka yang naik bus bersamaan dengan korban pun, merasa ketakutan bernasib sama. “Copet menjadi citra buruk moda transportasi umum seperti bus,” akunya.

Membuat Samson mengelus dada, saat polisi mengungkap komplotan copet yang tak lain, awak bus yang ditumpangi para korbannya. Padahal, sopir, kondektur, hingga kernet, seharusnya melindungi penumpangnya. Bukan malah ikut mencopet. “Itu yang memperburuk,” tudingnya.

Disarankan Mudik Mulai Besok

Supaya tak ada lonjakan arus lalu lintas menjelang Lebaran yang akhirnya membuat kemacetan di mana-mana, kata Samson, Menteri Perhubungan (Menhub) sudah menyarankan harusnya mulai mudik di hari ini. 

Kata Samson, kebiasaan masyarakat mengambil waktu mudik di waktu sempit Lebaran. Padahal, pemerintah sudah memberi waktu libur Lebaran yang sangat panjang. “Setidaknya kebiasaan puncak mudik sudah bisa diurai,” tuturnya.

Soal transportasi darat seperti bus antar kota dalam provinsi (AKDP), jumlahnya dihitung sudah sangat cukup. Terdata, ada sekitar 2.000 bus yang disiapkan untuk angkutan Lebaran. “Memang tersebar se-Jatim,” pungkasnya. (

(jr/rul/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia