Kamis, 21 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Viral, Aksi Perundungan Siswi SMP di Mumbulsari

Selasa, 12 Jun 2018 09:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

Bullying, perundungan, Siswi SMP Mumbulsari,

BERIKAN PENJELASAN: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo didampingi Plt Ka Dinas Pendidikan Jember Mohammad Ghozali saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di mapolres Jember. (Jumai/Radar Jember)

Seorang siswi kelas 7 salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Mumbulsari berinisial SN, menjadi korban perundungan atau bully oleh kakak kelasnya. Aksi perundungan (perisakan) tersebut bahkan direkam melalui kamera ponsel yang dilakukan temannya sendiri, dan diunggah oleh seseorang ke media sosial (medsos) Facebook, lantas menjadi viral.

Bahkan, video tersebut sudah dibagikan ribuan kali, dan mendapat ribuan komentar pedas dari warganet. “Anak zaman now..astaghfirullah..panggil ortunya, kasi hukuman biar jera,” tulis Aira Wishnudarmo, salah satu warganet.

Sementara itu, salah seorang warga Jember, Faiq, yang melihat video tersebut, mengaku cukup menyesalkan aksi itu. “Seperti ada pembiaran dari temannya, bahkan sepertinya disengaja, itu lihat videonya ada yang tertawa,” ungkapnya.

(youtube)

Dia berharap, aksi perundungan (perisakan) tersebut bisa segera diatasi, dan tidak akan terulang kembali di masa yang akan datang. “Prihatin saja melihat akhlak anak-anak sekarang, orang tua harus lebih ekstra memberikan perhatian dan pengawasan,” ujar Faiq.

Ada dua video yang menyebar di media sosial, video pertama berdurasi kurang lebih 4 menit 46 detik, sedangkan video kedua berdurasi kurang lebih satu menit. Dalam video tersebut, SN yang menjadi korban, dipukul dan ditendang oleh pelaku berinisial FN. Bahkan, jilbab korban ditarik dan dibuang oleh pelaku.

Lebih memprihatinkan lagi, aksi perundungan itu dilakukan di lingkungan sekolah, dan disaksikan oleh siswa lainnya, bahkan ada yang sengaja merekam aksi tersebut. Belum diketahui secara pasti, apa motif dibalik aksi perundungan tersebut.

Aksi tersebut sudah dilaporkan ke Mapolres Jember, dan saat ini polisi sedang melakukan pemeriksaan. “Sudah dilaporkan kepada kami, dan kami sedang melakukan pemeriksaan mendalam terkait aksi tersebut,” ujar  AKBP Kusworo Wibowo Kapolres Jember, Minggu (10/6) kepada sejumlah wartawan.

Polisi juga mendalami apa motif sebenarnya dibalik aksi perundungan tersebut. “Kami juga dalami apa motifnya, untuk itu kita lakukan pemeriksaan secara menyeluruh,” pungkas Kusworo.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jember Mohammad Ghozali menyampaikan, aksi perundungan yang dilakukan siswi kelas 8 terhadap adik kelas 7 di salah satu SMP itu sangat disesalkan. “Persoalan itu sudah ditangani langsung oleh Polres, dan diselesaikan secara kekeluargaan. Antisipasi dan upaya agar jangan sampai terjadi persoalan yang sama, kami sedang berproses menuju ke kabupaten ramah anak, dan terkait visi dan misinya sudah kita sampaikan ke sekolah-sekolah, dalam bentuk brosur,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah menghubungi pihak sekolah dan meminta agar siswi yang melakukan aksi perundungan tersebut mendapat pembinaan dari sekolah.

“Dalam tata tertib sekolah sudah disampaikan jelas terkait bentuk pelanggaran beserta sanksinya. Kami harap hal ini menjadi pelajaran bersama, dan ada penilaian sikap yang menjadi tolok ukur sekolah terhadap perilaku siswa di sekolah,” pungkasnya. 

(jr/jum/rul/ras/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia