Senin, 18 Jun 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

HIPMI PT IAIN Jember Dideklarasikan

Selasa, 12 Jun 2018 14:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

HIPMI PT IAIN Jember,

WIRAUSAHAWAN MUDA: Deklarasi berdirinya HIPMI PT IAIN Jember (HIPMI PT IAIN Jember for Radar Jember)

Tren anak muda yang berani berwirausaha sedari usia dini, terus berkembang. Seperti beberapa wirausahawan muda di IAIN Jember yang sepakat mendirikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia komisariat Perguruan Tinggi (HIMPI-PT) IAIN Jember. 

 “Target jangka pendek kami, setidaknya HIPMI PT IAIN Jember ini bisa tumbuh berkembang, dan bersaing seperti kemajuan HIPMI PT di kampus-kampus lain,” tutur M. Sholihin yang didaulat sebagai ketua umum HIPMI PT IAIN Jember. Sebelumnya, HIPMI PT telah berdiri di lima kampus di Jember, yakni Unej, STE Mandala, Polije, Unmuh Jember, dan UIJ. 

Sebagai langkah awal, Sholihin berencana memperluas jejaring organisasinya, baik dengan pemangku kepentingan di kampus, maupun pihak di luar kampus. Pengembangan jejaring ini diharapkan juga mampu menopang laju pengembangan bisnis anggota HIPMI PT IAIN Jember. “Rencananya kami akan adakan seminar dengan mendatangkan Menteri Perdagangan ke kampus IAIN Jember,” ungkap mahasiswa semester VI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini. 

Di kepengurusan awal, HIPMI PT IAIN berhasil menghimpun sekitar 14 mahasiswa entrepreneur di IAIN Jember yang sebagian besar berasal dari FEBI. Sholihin menegaskan, organisasinya terbuka untuk semua mahasiswa IAIN Jember, baik yang sudah memiliki usaha maupun yang masih berencana. “Kami ingin menambah kader, tetapi tidak sekadar bertambah atau kumpul. Yang penting ada kemauan untuk sama-sama membangun usaha,” tutur mahasiswa yang sedang merintis usaha kuliner ini. 

Inisiatif pendirian HIPMI PT IAIN Jember ini disambut positif Dekan FEBI Dr Moch Chotib MM. Organisasi tersebut diharapkan semakin menumbuhkan motivasi mahasiswa untuk berani memulai dan menjalankan bisnis di usia muda. “Karena persentase warga negara kita yang berwirausaha masih sangat minim, jika dibandingkan dengan negara tetangga. Semoga ini juga bisa membawa multiplier effect ke kampus agama yang lain,” tutur Chotib yang didaulat sebagai penasihat HIPMI PT IAIN Jember. 

Sebelumnya, dari data yang dirilis Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), jumlah pengusaha di Indonesia hingga akhir 2017 telah mencapai 3,4 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah ini telah meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya di kisaran 3,1 persen. Meski demikian, capaian ini masih jauh di bawah negara-negara maju seperti Malaysia (5 persen), Singapura (7 persen), dan Tiongkok (10 persen). 

(jr/ad/hdi/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia