Selasa, 19 Jun 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

Jelang Lebaran, Harga Ayam Meroket

Selasa, 12 Jun 2018 19:30 | editor : Dzikri Abdi Setia

harga ayam naik, TPID, pasar tanjung,

HARGA NAIK: Pedagang ayam potong di Pasar Tanjung mengaku ada pembatasan dari pengepul ayam. Sehingga, berakibat pada harga ayam naik hingga Rp 50 ribu per kilogram. (dwi siswanto/radar jember)

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Saber Pangan sudah berusaha keras menjaga harga pangan stabil. Namun, H-3 menjelang Lebaran kemarin, malah ada gejolak harga yakni harga ayam ras dan kampung melonjak tajam jelang Lebaran. Bahkan, harga ayam ras sempat menembus hingga Rp 65 ribu per kilogramnya.

“Sekarang harganya Rp 50 ribu. Kalau tanpa kaki dan kepala Rp 60 ribu,” ucap Ida, pedagang ayam di lantai 2 Pasar Tanjung, kemarin. Harga ini diakuinya turun dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang harganya memang cukup menggila. Lusa lalu harganya sampai Rp 65 ribu per kilogram. 

Kenaikan harga ayam ras ini memang tidak wajar. Sebab, pekan lalu sebenarnya harganya memang tinggi tetapi tidak sampai melonjak seperti saat ini.  Menurut Ida, pekan lalu harganya ayam ras sekitar Rp 34-35 ribu, kemudian naik menjadi Rp 43 ribu. Puncaknya pada lusa lalu sampai Rp 65 ribu.

Tentu saja, harga ini cukup tinggi dibandingkan harga normal yang hanya sekitar Rp 25 ribu per kilogramnya. Ida mengatakan, kenaikan harga juga terjadi pada ayam kampung. “Ayam kampung sekarang sekitar Rp 70 ribu per kilogramnya,” ucapnya sembari melayani warga yang kemarin memang cukup banyak memburu ayam.

Terkait dengan naiknya harga ayam ini, Ida mengaku tidak tahu pasti apa penyebabnya. “Karena saat datang sudah mahal. Tetapi katanya karena vaksin,” ucap Ida menjawab sesuai dengan informasi yang diterimanya. Namun, saat ditanya mengenai vaksin apa, dirinya mengaku tidak tahu maksudnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Jember Anas Makruf mengakui bahwa ada kenaikan harga daging ayam ras. “Benar ada kenaikan memang dari pedagang yang menaikkan harga, bukan karena panic buying dari masyarakat menjelang Lebaran,” jelas Anas, kemarin. 

Dirinya mengatakan, kenaikan ini memang sudah dari hulu, yakni pemasok. Untuk masalah naiknya harga daging ayam ras, bukan hanya terjadi di Jember. “Ini terjadi hampir di semua pasar di Jawa Timur. Bahkan, informasinya di Madura harga daging ayam ras sampai Rp 70 ribu,” jelasnya. Pihaknya pun berharap harga daging ayam ke depan tidak naik lagi.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait tentang penyebab kejadian melonjaknya harga daging ayam ras ini. Menurut Anas, berdasarkan informasi yang diperoleh dari provinsi, memang hal ini karena ada pengurangan stok dari pedagang atau peternak. “Jadi, dari peternak sudah ada pengurangan stok,” ucap Anas.

Selain itu, juga ada kabar bahwa hal ini berkaitan dengan vaksin, diakuinya memang benar. “Pengurangan stok ini karena ada pelarangan penggunaan vaksin pertumbuhan untuk ayam, sehingga produksi ayam menurun,” jelasnya. Hal ini tentu sangat berpengaruh besar terhadap produktivitas ayam di pasaran.

Bukan hanya itu, pihaknya menduga pengurangan pasokan ini juga berkaitan dengan hari libur. “Kan sudah banyak yang peternakannya libur, maka membuat pasokan menjadi berkurang,” jelasnya. Namun, bisa jadi hal ini disebabkan karena pihak pedagang yang memanfaatkan momen menjelang Lebaran. “Kan banyak masyarakat yang memang membutuhkan, sehingga menaikkan harga untuk meningkatkan keuntungan,” jelasnya.

Semua kemungkinan ini masih akan dikomunikasikan pihaknya kepada pihak terkait sehingga faktor yang ketiga tidak terjadi dan harga bisa segera normal. “Kami mohon kepada pedagang untuk menaikkan harga sewajarnya lah,” ucap Anas penuh harap. Dengan demikian, tidak semakin membuat beban masyarakat kesulitan jelang Lebaran.

Bukan hanya itu, pihaknya pun terus berusaha untuk bisa menekan harga daging ayam ini. “Harapan kami ya tidak naik lagi, tadi juga sudah berkoordinasi dinas peternakan untuk mengecek ketersediaan ayam ras di kandang-kandang,” pungkas Anas terkait solusi terdekat mengatasi masalah kenaikan harga daging ayam yang cukup tinggi. 

(jr/ram/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia