Selasa, 19 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Pelihara Buaya, Pegawai Honorer Diamankan

Rabu, 13 Jun 2018 10:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

Pelihara Buaya, Polres Jember, BKSDA Jember,

HEWAN DILINDUNGI: Seekor buaya yang diamankan dari rumah Yusuf Rizky, 25, warga Jalan Sriwijaya, langsung dibawa ke polres untuk selanjutnya dititipkan ke BKSDA Jember. (Polres For Radar Jember)

Tim Resmob Polres Jember mengamankan seekor buaya muara di depan rumah Moch. Yusuf Rifki, 25, warga Jalan Sriwijaya Gang XII Nomor 2, Lingkungan Kloncing, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Senin (11/6) pukul 00.15 WIB kemarin. Buaya tersebut diduga sudah lama dipelihara Rifki.         

Guna kepentingan penyelidikan, Rifki dilakukan pemeriksaan di Mapolres Jember. Setelah bukti-bukti dianggap cukup kuat, pria yang bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas Perizinan Pemkab Jember ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Sementara buaya muara berumur 2 tahun dengan panjang 110 cm tersebut disita sebagai barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Erik Pradana menyebut, tersangka mengaku mendapatkan buaya itu dari sepupunya berinisial A pada tahun 2016 silam. A ini kabarnya pemilik taman wisata yang ada  di Kecamatan Tempurejo. “Saat buaya ini diserahkan kepada tersangka tahun 2016 lalu, itu buayanya masih berumur 5 bulan,” kata Erik.

Menurut Erik, tersangka mengaku bahwa buaya itu hanya titipan dari A supaya dirawat sampai buaya jinak. “Nah buaya ini katanya jinak sampai umur 3 tahun,” kata Erik. Karena buaya semakin besar, warga sekitar pun mengaku resah hingga akhirnya dilaporkan ke polisi. “Kami tindak lanjuti laporan itu, kemudian tersangka dan buaya kami amankan,” ujar Kasatreskrim.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) Junto Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta,” tegas Erik.

Saat ini, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut, terutama asal usul sekaligus pemilik buaya itu. Sementara buaya yang digunakan sebagai barang bukti, dititipkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). “Kan juga nggak memungkinkan buayanya kami amankan di sini (Mapolres Jember, Red). Jadi, kami titipkan ke BKSDA,” pungkas Erik. 

(jr/jum/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia