Jumat, 22 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Unggah Sidalih sebelum Lebaran

Rabu, 13 Jun 2018 16:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

pilkada lumajang, kpu lumajang,

LATIHAN: KPU Lumajang ketika memberikan materi pelatihan mengunggah data pada sistem informasi data pemilih pada PPK dan PPS (KPU FOR RAME)

Proses pendataan pemilih untuk pemilu 2019 juga menggunakan cara yang sama. Mereka menggunakan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). Bahkan, pihak KPU menetapkan target yang ketat yakni pihaknya menargetkan sebelum Lebaran harus sudah terunggah di sistem KPU RI.

KPU Lumajang pun terus menggenjot proses pelatihan pada penyelenggara di bawahnya. Mulai awal pekan kemarin dilakukan pelatihan pada panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suadara (PPS). “Kemarin kita belajar meng-upload Sidalih bersama PPK,” ungkap Syamsul, Divisi Perencanaan dan Data KPU Lumajang. 

Sebab, Sidalih pilkada ke Pemilu 2019 ini memang berbeda. Di mana jika pilkada itu maksimal 800 pemilih tiap TPS, sekarang yang pemilu 2019 maksimal hanya 300 pemilih. Selisih itulah yang membuat mereka perlu dilatih dengan cermat lagi. Sidalih sekarang ini menurut Syamsul sudah ketiga kalinya. Dan rata-rata penyelenggara sudah paham. 

“Jadi lebih akurat. Dari data pemula dimasukkan ke TPS masing-masing,” ungkapnya. Dari Sidalih itu juga akan ada perubahan. Nanti DPT dan pemilih pemula akan digabung menjadi DPHP tingkat desa. “Langsung di-upload ke Sidalih. Nanti di-print, pada 18 juni dan ditempel di setiap TPS,” ucapnya.

Kapan batas waktu mengunggah ke sistem Sidalih? Syamsul menegaskan proses pengunggahan itu bakal dilakukan secepatnya setelah dilakukan penetapan. “Diunggah secepatnya. Maksimal sebelum rekap kecamatan harus sudah selesai,” ujarnya. Rekap kecamatan sendiri dilakukan sejak 12 sampai 14 Juni 2018. Sementara rekapitulasi tingkat kabupaten akan digelar pada 15 – 17 Juni 2018. 

“Hanya saja, KPU Lumajang memilih untuk menetapkan DPS pada tanggal 17 Juni di Gedung Guru Jalan Veteran Lumajang,” katanya. Alasannya sekalian setelah Lebaran dan dikemas dalam halal bihalal. Sebab, hanya berjarak sehari dari lebaran. Sehingga tidak ada waktu lagi untuk menunda pekerjaan. Meski di tengah Lebaran, KPU tetap bekerja dengan penuh waktu. (

(jr/fid/ram/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia