Jumat, 22 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Panwas Petakan TPS Rawan

Rabu, 13 Jun 2018 16:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

pilkada lumajang, panwaslu lumajang,

CARI YANG RAWAN : Sejumlah pengawas TPS yang dibekali oleh Panwaslu Kabupaten Lumajang terkait pemetaan TPS rawan dalam Pilkada 2018 ini. (HAFID ASNAN/RAME)

Pelaksanaan pilkada yang kurang dua pekan lagi juga membuat lembaga pengawas pemilu mulai serius memetakan daerah. Sejak awal pekan kemarin, mereka mulai mempersiapkan pengawas TPS untuk memetakan TPS rawan.

Untuk memudahkan pemetaan tersebut, Panwaskab Lumajang membagi dalam kegiatan bimtek pengawas TPS. Yang digelar sejak 8 - 11 Juni 2018. Dibagi dalam lima zona. “Lima zona itu berdasarkan kecukupan jumlah peserta bimtek. Bukan berdasarkan kerawanan daerah,” ungkap Akhmad Mujaddid, ketua Panwaskab Lumajang. Kelima zona itu antara lain adalah juga untuk memetakan TPS rawan sampai pengawasan pungut hitung suara. 

Terdiri dari Zona 1 berisi Kecamatan Pasirian, Candipuro, Pasrujambe, Tempeh, dan Kunir. Zona 2 berisi Kecamatan Senduro, Gucialit, Sukodono, Padang, Sumbersuko, Zona 3 Yosowilangun, Jatiroto, Tekung, Rowokangkung, Zona 4 Ranuyoso, Klakah, Ranuagung Kedungjajang, Lumajang. Terakhir zona 5 Kecamatan Tempursari dan Pronojiwo.

Dari bimtek itulah, mereka dibekali cara memetakan TPS rawan. Dan TPS rawan itu sendiri nantinya akan dirilis bersamaan. ”Paling lambat tanggal 25 Juni tahun 2018 akan diumumkan bersamaan se Jawa Timur di mana saja  TPS rawan,” ungkapnya.

Instrumen apa saja yang akan memetakan TPS tersebut rawan atau tidak? Jadid enggan membeberkan sekarang. Sebab, pengawas TPS saat ini juga masih dilatih. Nantinya, instrumennya dan indikatornya TPS rawan akan disampaikan juga pada waktu release.

Sejauh ini, bimtek yang digelar panwaskab juga berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti. Semua pengawas TPS yang dibekali terkait pemetaan TPS rawan juga mulai memahami. Tak cuma itu, mereka juga  mulai memahami terkait tugas dan fungsi-fungsinya sebagai pengawas di TPS. Bahkan, banyak masukan dan sharing selama pelaksanaan bimtek tersebut.

Selain pada konteks pemetaan TPS rawan, panwaskab saat ini juga melakukan pengawasan terkait pendataan pemilih yang masih invalid. Itu diketahui setelah mendapatkan hasil rekapitulasi. Hal tersebut masih dipelototi terkait DPT Pilkada yang sampai saat ini masih sedang berlangsung. 

(jr/fid/ram/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia