Senin, 18 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Jjenazah TKI Jember Berhasil Dipulangkan

Kamis, 14 Jun 2018 13:17 | editor : Dzikri Abdi Setia

Jenzah TKI, Dipulangkan, Pemkab Jember,

Setelah dua mingguan, jenazah Amintyas Wahyudi, TKI asal Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, yang ‘tersandera’ Hospital Kuala Lumpur (karena tak melunasi biaya perawatan selama sakit) akhirnya bisa dipulangkan ke tanah air. Boleh dibawa pulang, setelah Bupati Faida datang langsung ke Malaysia untuk melunasinya.

Faida tak sendirian. Dia didampingi sejumlah pejabat Pemkab Jember. Bahkan, KBRI dan Migrant Care di Kuala Lumpur, Malaysia, juga ikut mengurus kepulangan jenazah ber-KTP Jember tersebut. “Atas nama kemanusiaan, kami datang ke Malaysia,” katanya, Selasa (12/6).

Meski yang datang kepala daerah, namun pihak rumah sakit masih tetap meminta pelunasan biaya selama almarhum dirawat. Totalnya, ada sekitar Rp 56,5 juta. “Biaya semuanya kami bayar 14.096 Ringgit Malaysia,” akunya.

Kata Faida, memulangkan jenazah pria kelahiran 2 Juli 1984 tersebut tak cukup dengan melunasi biaya rumah sakit. Sebab, masih ada tahapan yang harus dituntaskan. Salah satunya, bersama KBRI dan Migrant Care, bupati harus mengurus registrasi kematian almarhum. 

Kemudian, mereka harus melakukan pengurusan jenazah dan pesawat, supaya lekas bisa dipulangkan ke tanah air. “Alhamdulillah banyak pihak membantu dan itu yang mempermudah proses pemulangan almarhum,” tutur Faida saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Dia pun memastikan, jenazah Amintyas bisa dipulangkan pagi ini, dengan pesawat penerbangan pertama dari Kuala Lumpur International Airport. Pesawat yang mengantar jenazah almarhum dijadwalkan terbang dari Malaysia sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Kemudian, bupati memperkirakan sampai di Bandara Internasional Juanda Surabaya, sekitar pukul 09.10 WIB. 

“Hari ini (Kemarin, Red) pengurusan surat-surat sudah selesai diurus. Jenazah sudah dimandikan, dikafani, dan besok pagi ikut penerbangan pertama,” katanya. Tak hanya itu, berbagai prosesi yang biasa dilakukan di Malaysia sudah dituntaskan, kemarin.

Masih kata Faida, setiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya, dia sudah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember untuk menjemput jenazah dengan mobil ambulans. Semua digratiskan. Almarhum orang tidak mampu. Semua biaya kepulangannya negara yang menanggung,” tegasnya.

Faida mengakui, almarhum tergolong masyarakat tidak mampu. Terlebih, ada dua anaknya yang masih kecil, sudah menjadi yatim. Sedangkan istrinya, sejak menikah dengan almarhum tidak pernah bekerja. Keluarga almarhum di Ajung diminta Faida terus bersabar dan memperbanyak doa.

Migrant Care Jember Mengapresiasi Bupati

Sikap Bupati Faida yang turun langsung menjemput TKI asal Jember ke Malaysia mendapat apresiasi Migrant Care. Mereka bangga karena akhirnya negara hadir di tengah persoalan buruh migran.

Project Officer Migrant Care Jember Bambang Teguh Karyanto mengaku lega perjuangannya bisa disambut baik keseriusan Bupati Faida. “Kami mengapresiasi setinggi-tingginya sikap Bupati Faida,” katanya, Selasa (12/6).

Diakui Bambang, Migrant Care mengawal kepulangan TKI asal Ajung tersebut. Segala relasi sudah dilobi maksimal. Hal yang membuat mereka bangga, karena Bupati Faida merespons dengan baik. “Karena situasi masih terbelit urusan administrasi dan sebagainya, kami pun komunikasi dengan bupati dan jajarannya,” tuturnya.

Kata Bambang, pihaknya sudah lega bupati menjemput langsung ke Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, ke depan pihaknya kembali fokus memperjuangkan sebaik-baiknya masalah hak, seperti yang diatur dalam regulasi. “Salah satunya hak mendapatkan gaji yang melekat,” terangnya.

Selain itu, Migrant Care meminta harus ada pembelajaran bahwa pekerja TKI bukan soal legal dan ilegal. “Bupati tidak memandang itu, saya kira itu prestasi yang penting,” pujinya.

Menurut Bambang, ini satu momentum pemerintah sesuai amanah UU Nomor 18 Tahun 2017, tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Sebab, sejatinya pemerintah daerah bahkan pemerintah desa pun diberi wewenang. “Ini policy (kebijakan, Red) yang menjadi amanah. Tidak ada kesan saling menyalahkan, tapi saling memperkuat,” paparnya.

Selain itu, dua orang anak almarhum yang masih kecil dan istrinya yang tidak kerja, juga perlu dipikirkan. Bambang yakin bupati bisa. Katanya, bisa melalui fasilitas kabupaten, yaitu dinsos, dan sekolah anak-anaknya pun bisa ditanggung pemerintah. “Karena masuk kategori keluarga tidak mampu,” akunya. 

(jr/rul/hdi/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia