Selasa, 19 Jun 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Ngebut, Ada Speed Alarm

Kamis, 14 Jun 2018 14:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

Speed Alarm, Bus Kota, Polres Jember,

PERINGATAN DINI: Stiker speed alarm yang dipasang di bus ini adalah untuk mengingatkan sopir jika bus melaju dengan kecepatan tinggi. (Jumai/Radar Jember)

Upaya baru yang dilakukan Satlantas Polres Jember bersama instansi terkait untuk sosialisasi tertib lalu lintas, khususnya bus angkutan penumpang. Kali ini, satlantas memasang alat berupa speed alarm yang berfungsi sebagai pengingat bagi pengemudi agar tidak melebihi batas kecepatan. 

Bahkan, dengan alat ini, penumpang juga bisa mengingatkan sopir saat kecepatannya melebihi batas. “Alat ini dari Polda Jatim. Dipasang di dashboard dalam bus,” kata AKP Priyanggo Parlindungan Malau melalui Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember, Iptu Suyitno, kemarin. 

Menurutnya, baru ada beberapa perusahaan otobus (PO) yang bersedia dipasang alat tersebut. “Alatnya masih banyak dan kita siap pasang untuk PO yang berminat dengan alat itu,” sambung Suyitno.

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tentang banyaknya manfaat dari alat itu. “Alatnya juga nggak begitu besar, namun manfaatnya besar,” katanya. 

Jika sopir mengemudi melebihi batas kecepatan, maka alarm itu akan berbunyi. Menariknya lagi, alat itu juga bisa mengeluarkan suara peringatan bahwa kecepatan sudah melebihi batas.

“Jadi, alat itu juga bisa ngomong kalau kecepatan sudah melebihi ketentuan,” kata Suyitno. Dengan begitu, lanjut Suyitno, penumpang bisa ikut mengingatkan sopir saat kebut-kebutan dan alarm berbunyi. 

“Dengan alat ini, kita harapkan bisa mengurangi sopir yang kebut-kebutan, sehingga angka kecelakaan pun bisa ditekan,” harapnya.

Suyitno juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu tertib dan taat peraturan lalu lintas. Sekaligus menjadikan tertib lalu lintas sebagai budaya. “Jangan hanya tertib kalau ada petugas saja. Jadikan tertib lalu lintas sebagai budaya. Jika sudah menjadi budaya, tanpa ada petugas pun masyarakat akan tertib,” ujarnya.

Kalau bus itu masih berjalan normal (60 km/ jam) speed alarm itu tidak akan berbunyi.  Bus yang dipasangi speed alarm di bagian kaca depan, pada bagian belakang terpasang stiker bertuliskan; “Kendaraan ini telah dipasang alat speed alarm”, pungkas Suyitno. 

(jr/jum/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia