Sabtu, 26 May 2018
radarjogja
icon featured
Features

Herini ST, Ibu Rumah Tangga yang Tekuni Hobi Drawing Pencil

Butuh Tiga Bulan Selesaikan Sebuah Karya

Sabtu, 05 Aug 2017 12:37 | editor : Jihad Rokhadi

Herini ST, Ibu Rumah Tangga yang Tekuni Hobi Drawing Pencil

Menekuni hobi menggambar tak harus berprofesi sebagai seniman. Herini ST, salah satunya. Menjadi ibu rumah tangga menjadi pilihan hidupnya. Namun, Herini tetap mampu berkarya melalui goresan pensilnya.

RIZAL SETYO NUGROHO, Jogja

Puluhan karya lukis terpajang di Jogja Galery sejak 1 Agustus lalu. Karya dengan berbagai karakter dan media lukis itu dimiliki Paguyuban Seni Imogiri, Dlingo, dan Jetis (Sidji). Ketiga wilayah tersebut masuk wilayah Kabupaten Bantul.

Nah, dari sekian karya yang dipamerkan hingga Kamis (10/8) mendatang ada tiga buah gambar yang cukup menjadi perhatian publik. Bukan berupa gambar cat minyak sebagaimana karya lainnya. Goresan pensil di atas kanvas itulah karya Herini.
Ya, sejak sebulan terakhir perempuan 43 itu memang menekuni kembali hobi lamanya. Sekaligus untuk mengasah bakat terpendamnya itu. Hasilnya pun luar biasa.

Menggambar dengan pensil memang bukan hal gampang. Begitu pula pengakuan ibu dua anak itu. Butuh teknik khusus untuk membuatnya. Itulah keunikan hasil karya Herini.

Pensil dengan ketebalan 7-8B menjadi senjata utamanya dalam berkarya. Ada kalanya untuk bagian yang membutuhkan arsiran, Herini pun memadatkannya dengan teknik brush kuas.

"Itupun harus dilakukan berulang-ulang supaya bisa menyerap ke pori-pori kanvas," tutur Herini saat berbincang dengan Radar Jogja di sela pembukaan pameran.

Butuh waktu antara satu hingga tiga bulan bagi dia untuk menyelesaikan setiap karya. Tak kurang lima biji pensil pun dihabiskannya untuk sebuah drawing di atas kanvas seluas 200 x 145 sentimeter persegi. “Matahari di Kathulistiwa I”, “Matahari di Kathulistiwa II”, dan “Kontras” adalah hasil jerih payahnya selama ini. Ketiga hasil karyanya yang dipajang di lantai dua ruang pameran menggambarkan pergaulan anak-anak SD saat berada di sekolah. Teksturnya goresannya halus. Menampilkan karakter wajah-wajah yang kuat.

Dua drawing pencil “Matahari di Kathulistiwa” terinspirasi dari karya Anggit Purwoto yang menggambarkan anak-anak SD Sungkung 4 di Kalimantan yang kehidupannya memprihatinkan. Meski hidup dengan serba keterbatasan, bahkan tak punya peralatan sekolah, mereka tetap memiliki semangat tinggi dalam belajar. "Saya sudah izin dengan Mas Anggit, hasil karya saya juga diposting di Instagram Mas Anggit," katanya.

Saking kuatnya karakter lukisan tersebut bahkan sempat membuat Herini meneteskan air mata ketika menyelesaikan dua “Matahari di Khatulistiwa”. Dia tersentuh ketika melihat penampilan anak-anak yang terlukis dalam karya Anggit Purwoto.
Keadaan anak-anak itu menunjukkan semangat sila kelima Pancasila yang belum sepenuhnya bisa dipenuhi negara. "Meski tak pakai sepatu, anak-anak tetap gembira ke sekolah. Beda kan dengan di kota, seragam lain saja nggak mau berangkat sekolah,” papar alumnus Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Jogjakarta 1988 itu.

Sebagaimana dua gambar tersebut, Herini juga ingin menuangkan kritiknya kepada sesame kaum Hawa melalui “Kontras”. Ya, karyanya itu bercerita tentang perempuan-perempuan yang gila belanja dan hidup bergaya hedonis. Perempuan sepuh membawa barang di belakang punggung dan di atas kepalanya sebagai bentuk sindiran dalam karya itu.

Sementara latar belakangnya para perempuan muda berpakaian minim nan glamor. "Masih banyak perempuan yang di waktu tuanya masih semangat bekerja dan bertahan dengan kesederhanaan," ungkap herini yang baru setahun terakhir bergabung dengan Paguyuban Sidji.

Menekuni hobi menggambar bukan berarti Herini melupakan kesibukan utamanya sebagai ibu rumah tangga. Dia memanfaatkan waktu luang untuk membuat setiap karya.

Sudah sejak lama dia ingin melakukan hal itu. Sejak 2012 Herini mulai rajin menggambar dan diposting di Facebook.Dia juga rajin melihat pameran-pameran gambar.

Lalu pada April 2016 ia memutuskan untuk membuat sket on the spot di Sangar Bambu. Lambat laun, seiring berjalannya waktu muncullan niat untuk serius dan fokus menggambar.

Soal teknik menggambarnya, Herini mengaku belajar secara otodidak dan mengasahnya dengan latihan rutin.
"Saya ingin mengenalkan teknik drawing pencil yang tidak kalah dengan teknik melukis, " katanya.

(rj/riz/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia