Sabtu, 23 Jun 2018
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Macan Putih Bangkit

Enam Pemain Muda Asli Kediri Siap Bertahan di Persik

Sabtu, 13 Jan 2018 11:01 | editor : Adi Nugroho

ferri persik - radar kediri

POTENSIAL: Ferri Kurniawan menjadi menjadi salah satu pemain muda yang ikut memperkuat skuad Macan Putih. (RINO HAYYU - RadarKediri/JawaPos.com)

KEDIRI- Memasuki musim baru, skuad Macan Putih menunjukan taringnya kembali. Kemarin, manajemen tengah menuju ke Jakarta untuk mengikuti kongres PSSI dalam menyambut Liga 3 musim ini.

Rasa optimistis tersebut tampak begitu kuat pada diri manajemen Persik. “Kemungkinan kuat status masih profesional,” terang Perwakilan Manajemen Persik Hendra Setiawan kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Agenda kongres ini telah dinantikan manajemen Persik sejak beberapa waktu silam. Dikarenakan, hal ini akan menentukan regulasi Liga 3 yang akan dihadapi Macan Putih.

Salah satunya ialah peraturan tentang batas usia maksimal calon pemainnya. Hendra menyebutkan jika manajemen telah mencari pemain asli Kediri. Namun hal itu harus menjadi diperhatikan manajemen untuk memilih siapa saja yang akan masuk dalam kesebelasan Macan Putih. “Jadi memang kami mengharapakan bisa memakai pemain Kedirian, tapi kembali lagi semua ada aturannya. Soal usia itu juga berpengaruh,” kata Hendra.

Ada beberapa pemain Persik Kediri yang sejak berakhirnya play off Liga 2 lalu masih menjadi sorotan publik. Seperti Risna Prahalabenta, Septian Bagaskara, Adi Eko Jayanto, Alfian Agung, Ferri Kurniawan, Eka Sama Adi, dan Yusuf Meilana.

Setidaknya, manajemen telah berkomunikasi dengan enam pemain lama Persik kecuali Ferri. Dan keenam pemain itu telah siap untuk kembali membela Persik musim ini. “Sementara ini ada enam yang sudah merapat,” imbuh Hendra.

Hendra menyebut pemain-pemain asli Kediri ini memang dinilai mempunyai kualitas yang apik. Totalitas dan gaya bermain yang bagus sudah tidak dibantah. Tapi, bagaimana dengan usia mereka masih belum bisa dipastikan.

Seluruh regulasi ini baru diketahuinya hari ini usai mengikuti kongres PSSI di Jakarta. Ia mengaku jika setelah mendapatkan seluruh lampiran keputusan baru bisa membicarakan keberlanjutan tim ini lagi dengan manajemen. Jika bersiap saat Desember 2017 lalu, Hendra mengatakan justru tidak efektif. Hal itu akan membuat dua kali kerja. Ia mencontohkan seperti regulasi batas umur pemain. Satu poin ini saja bisa mengubah semua hal yang harus dipersiapkan Persik Kediri.

Sebab, hal itu menunggu peraturan yang akan mengikat selama mereka membela Persik Kediri. “Semuanya akan kembali lagi, bagaimana aturan bermainnya musim depan. Jadi kami nggak bisa tentukan sendiri,” pungkas Hendra.

(rk/noe/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia