Senin, 18 Jun 2018
radarkediri
icon featured
Features

Lembu Suro, Komunitas Para Polisi Penggila Motor Custom

Buru Onderdil sampai Pasar Loak

Rabu, 31 Jan 2018 17:36 | editor : Adi Nugroho

polisi penggemar motor custom

KREATIF: Anggota komunitas Lembu Suro bersama sepeda motor custom miliknya saat berkumpul di bengkel Desa Watugede, Kecamatan Puncu. (M FIKRI ZULFIKAR - JawaPos.com/RadarKediri)

Hobi motor sport sudah biasa. Namun para polisi ini justru mencintai motor rombengan yang dibangun hingga menjadi motor custom. Tongkrongannya tidak kalah garang.

MOH. FIKRI ZULFIKAR

Beberapa polisi yang baru pulang dari Polres Kediri tampak bergegas. Walaupun masih mengenakan baju dinas, mereka langsung menuju ke bengkel Desa Watugede, Kecamatan Puncu. Rupanya, para anggota korps Bhayangkara ini sudah tak sabar ingin melihat perkembangan sepeda motornya yang dimodifikasi custom.

Tiba di sana, beberapa polisi terlihat sedang diskusi dengan mekanik bengkel. Ada pula yang mencoba menggeber motor customnya yang terkesan garang. Para polisi yang ‘gila’ motor custom ini tergabung dalam komunitas Lembu Suro.

Di bengkel Bayu Custom itu motor custom milik sejumlah anggota Polres Kediri terpampang. Ada yang sudah rapi, ada pula yang sedang dimodifikasi. Mulai custom model scrambler, caferacer, hingga chopper digarap di sana.

“Rata-rata ya motor rongsokan Mas yang kita bangun menjadi custom dan garang seperti ini,” ujar Brigadir Lutvi Budi Prayogo.

Anggota Shabara Polres Kediri yang juga termasuk dalam komunitas ini pun mengaku, sedang membangun rongsokan Suzuki Thunder 250 cc di bengkel itu. Motor itu hendak di-custom jadi scrambler.

Sementara Brigadir Rudi Arianto, anggota satuan Tahti Polres Kediri, membawa Kawasaki Binter miliknya yang akan dibangun bergaya jabstyle. “Ada pula anggota komunitas kami dari PLH Lakalantas Polres Kediri yang punya chopper dari motor yang awalnya Kawasaki KZ250,” ungkap Lutvi.

Komunitas para polisi penggila motor custom ini terbentuk tiga bulan lalu. Bermula dari ngopi-ngopi dan hobi. Selain touring untuk mengakrabkan, anggota komunitas selalu ketemu di bengkel Bayu Custom untuk membangun motornya dari nol hingga terlihat gagah.

“Seninya di custom itu adalah membangun motornya Mas. Sehingga motor yang dimodif tidak bisa langsung jadi,” jelasnya.

Rudi menambahkan, keasyikan membangun motor custom adalah proses hunting onderdil yang pas. Sehingga tak jarang sampai setahun membangun motor custom itu terkadang belum sempurna.

Rudi pun mengaku, sering keluar masuk pasar loak mencari onderdil yang pas untuk Binter Jabstyle-nya. “Binter termasuk sulit Mas onderdilnya. Tapi beberapa saya dapat di Pasar Loak Pujasera Pare,” ungkapnya.

Tak jarang sparepart yang sulit dicari harus pesan di luar kota. Kadang berbulan-bulan barangnya baru ada. Walaupun cukup melelahkan membangun motor custom, Rudi merasa ada kepuasan saat motornya jadi dengan model sesuai harapan. “Rata-rata sparepart yang sulit dicari kita kanibal dari motor lain Mas,” bebernya.

Tak hanya Lutvi dan Rudi, Bripda Yordan Nico Natanael, anggota Unit K9 Polres Kediri, pun sedang membangun motor customnya dari bentuk asli Yamaha Scorpio. Selama tiga bulan ini, anggota komunitas Lembu Suro sudah ada delapan anggota Polres Kediri dan dua warga biasa. “Sementara kita masih touring di lokalan Kediri saja,” ujar polisi 21 tahun ini.

Walaupun motor custom, Yordan menyatakan, kendaraan ini tetap safety. Spion terpasang, rodanya juga sesuai kelayakan. Kondisi mesinnya pun tetap standar. Ada nomor rangka (noka) dan mesin (nosin)-nya. “Dan yang wajib, surat-surat kendaraannya seperti STNK maupun BPKB, semua lengkap,” paparnya.

Sementara itu, Bayu Wachid Permana Kendati tak mempersoalkan rumah sekaligus bengkelnya dijadikan basecamp Lembu Suro. Sebab bengkelnya memang menggarap motor custom. Selama ini, ia mengaku, paling sulit memodif motor Yamaha R25 milik Kanitpidsus Polres Kediri Iptu Igo Fazar Akbar. “Mengubah gaya sport modern jadi lebih custom caferacer ini yang sulit,” akunya.

Motor sport milik Igo pun dipereteli. Yang masih dipakai untuk caferacer hanya kerangka, shock breaker, dan mesinnya. Bayu bisa menyelesaikannya dalam dua bulan. Selain membangun, yang membuat sulit adalah mengembalikan mesinnya agar nyaman digeber. Lalu membenahi kelistrikannya yang lama. “Umumnya ya lima bulanan Mas kita bangun custom hingga nyaman dan garang saat ditunggangi,” paparnya.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia