Senin, 18 Jun 2018
radarkediri
icon featured
Travelling
Ke Saudi, ketika Perubahan Berembus Kencang (3)

Tunggu Izin, Banyak Resto Tutup

Selasa, 20 Feb 2018 16:10 | editor : Adi Nugroho

umrah - radar kediri

BERSEJARAH: Jamaah Rameyza sedang berada di restoran di Wadi Kudit untuk makan siang dalam perjalanan dari Madinah menuju Makkah. (MAHFUD - JawaPos.com/RadarKediri)

Pemerintah Arab Saudi kini sepertinya memang benar-benar sedang melakukan pembenahan di segala bidang. Salah satunya adalah dengan meminta restoran dan tempat makan untuk memperbarui izin.

Rombongan jamaah umrah Rameyza Tour and Travel kini mulai menuju ke Makkah setelah menyelesaikan perjalanan di Madinah. Perjalanan ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan bus.

Sebelum tiba di Makkah, atau sekitar 200-an kilometre menuju Makkah, rombongan sempat berhenti sejenak di daerah yang bernama Wadi Kudit. Kondisinya adalah berupa gurun gersang. Hampir tidak ada tanaman di kanan-kiri.

Kendati demikian, daerah ini ternyata memiliki nilai sejarah yang tinggi. Konon, Nabi Muhammad SAW sering menggunakan daerah ini untuk beeistirahat.

Selain itu Nabi Muhammad juga hampir selalu janjian bertemu dengan sahabat yang pulang dari Makkah di tempat ini. "Daerah Wadi Kudit punya sumber air yang besar. Jadi cocok untuk tempat istirahat," ucap Mubarok Ainul Yakin, pendamping jamaah umrah Rameyza Tour and Travel.

Kini, Wadi Kudit juga menjadi tempat peristirahatan atau tempat berhenti bagi bus-bus atau kendaraan yang melakukan perjalanan panjang dari Madinah Ke Makkah. Atau sebaliknya, dari Makkah ke Madinah.

Tempat ini pula yang akhirnya 'menolong' jamaah Rameyza. Pasalnya, rombongan baru bisa mendapatkan restoran untuk makan siang di tempat ini. Di Wadi Kudit! Beberapa kali sopir bus yang membawa rombongan berhenti di beberapa rest area di sepanjang jalan. Sayang, rest area yang disinggahi oleh rombongan restorannya tutup. "Mereka (restoran-restoran, Red) masih tutup karena harus memperbarui izinnya," terang Mubarok.

Ini adalah fenomena yang tidak lazim. Sebelumnya, di sepanjang jalur tersebut banyak rest area yang memiliki restoran dan sering digunakan oleh rombongan-rombongan untuk beristirahat atau sekadar santap siang.

Dan, saat perjalanan ke Makkah pada Sabtu (16/2), hanya ada satu restoran yang buka, yakni hanya restoran di Wadi Kudit yang buka. "Ini pun baru buka hari ini. Jadi sudah rizki bagi bapak-ibu," lanjut Mubarok, yang asli Kandat ini.

Persoalan izin memang jadi problem bagi pengusaha restoran di Arab Saudi saat ini. Mereka sekarang diwajibkan untuk memperbarui izinnya. Bila tidak memperbarui izin, maka mereka tidak boleh buka. Alasan itulah yang jadi penyebab banyak restoran yang akhirnya terpaksa menutup operasinya terlebih dulu.

Memperbarui izin ini juga jadi kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk mendapatkan pemasukan dari sektor nonmigas. Namun di sisi lain jadi beban tambahan bagi pelaku usaha. Apalagi kebjiakan ini baru terjadi saat ini setelah puluhan tahun mereka menggelar usaha.

Namun, bagi jamaah umrah Rameyza, situasi itu justru berkah terselubung. Karena akhirnya mereka makan siang dan beristirahat di daerah yang punya nilai sejarah juga. Yaitu tempat yang sering menjadi tempat Rasulullah beristirahat ketika dalam perjalanan dari atau ke Makkah.

(rk/*/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia