Selasa, 19 Jun 2018
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Gus Robert Tanggapi Santai Ancaman Teror

Jumat, 23 Feb 2018 11:05 | editor : Adi Nugroho

ponpes ploso mojo - radar kediri

BERAKTIVITAS NORMAL: Suasana Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo. (NOVIAN - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN – Pihak kepolisian akhirnya ‘melepaskan’ Rianto Gempol setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres Kediri Kota. Lelaki asal Ngawi itu sempat dimintai keterangan oleh polisi sebanyak dua kali karena dialah satu-satunya saksi dalam kasus dugaan teror di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo pada Senin (19/2) lalu.

Sumber Jawa Pos Radar Kediri di kepolisian mengatakan, bahwa sebenarnya polisi terus mendalami temuan-temuan di tempat kejadian perkara (TKP). Terlebih, saksi yang mengetahui kejadian pasti dugaan teror tersebut sangat terbatas. “Abdul Aziz sudah dibawa ke Polda Jatim sejak hari pertama penangkapan. Jadi beberapa hari ini fokus ke Rianto,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

Masih menurut sumber tersebut, Rianto memang menjadi saksi kunci dalam kasus dugaan teror itu. Karena itulah, Rianto sempat dimintai keterangan oleh polisi sebanyak dua kali, yakni pada Senin (19/2) dan Rabu (21/2) lalu. “Pemeriksaan Rianto ini terkait dengan laporannya kepada polisi tentang aksi penyerangan tiga orang misterius,” lanjut sumber tersebut.

Pemeriksaan secara intensif kepada Rianto itu, kata sumber itu, bertujuan untuk memastikan bahwa laporan yang diberikan kepada kepolisian memang benar dan tidak mengada-ada. Kalaupun kejadian itu benar, maka pihak kepolisian akan mengusut tiga orang misterius yang menebar teror malam itu.

Tidak hanya itu, dalam pemeriksaan Rianto, polisi juga memastikan identitasnya dan mengetahui kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh Rianto. Mulai dari kebiasaanya di rumah atau di Ngawi hingga kebiasaannaya saat nyantri di kediamanan Gus Robert tersebut. “Asal-usul Rianto juga kita dalami,” tandas sumber itu.

Saat dikonfirmasi via telpon, Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi tetap tidak mau berkomentar banyak terkait dugaan terror yang dialami kiai di wilayahnya. Namun dia menegaskan bahwa timnya terus mendalami kasus ini dan memburu ketiga orang misterius tersebut. Adapun kemarin sore dia mengaku juga masih berada di Mapolda Jawa Timur untuk mengecek lebih lanjut keadaan dan kejiwaan Abdul Azis sebagai bahan penyelidikan timnya tersebut. “Kasus ini masih terus kita selidiki,” tegas Anthon.

Sementara itu, hingga kemarin pengamanan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo terus diperketat. Meskipun aktivitas di pondok berjalan dengan normal. Kemarin, Jawa Pos Radar Kediri mencoba untuk menghuungi Gus Robert (Tijani Robert Saifun) melalui sambungan telepon asistennya, Edi Suprapto. Gus Robert menyatakan bahwa ancaman ketiga orang misterius tersebut dia tanggapi dengan santai saja. Sekalipun jika ancaman pembunuhan itu benar ditujukan kepadanya. “Saya santai saja menanggapinya,” terang Gus Robert singkat melalui telepon.

Sedangkan Edi menambahkan bahwa pengamanan pondok ditingkatkan oleh tim keamanan. “Kami tidak ada pengamanan khusus, karena memang Gus Robert ini bukan kiai biasa dan tidak takut ancaman-ancaman seperti itu,” tegas asisten sekaligus santri pribadi Gus Robert ini.

Saat dikonfirmasi kemarin siang sekitar pukul 14.30. Edi juga menerangkan bahwa Rianto Gempol kemarin juga sedang dalam persiapan hendak pulang ke Ngawi. Dijadwalkan pukul 15.00 dia sudah meninggalkan Kediri karena pemeriksaan kepadanya sebagai pelapor sekaligus saksi kunci juga sudah usai. “Kemarin malam (Rabu malam, Red) sudah dipulangkan polisi. Sekarang sudah mau berangkat ke Ngawi ini. Kendaraan penjemputnya juga sudah datang,” ujar Edi.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia