Selasa, 19 Jun 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Potensi Banjir Masih Mengintai

Sabtu, 24 Feb 2018 14:36 | editor : Adi Nugroho

banjir ngablak - radar kediri

TERGENANG: Banjir di SDN Ngablak 1 Kediri. (NOVIAN - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI - Ancaman banjir masih mengancam wilayah Banyakan dan sekitarnya. Ancaman tersebut bisa terjadi jika hujan deras kembali mengguyur. Pasalnya, tanggul Kali Bendokresek di Dusun Geneng, Desa Maron, Kecamatan Banyakan yang menjadi pemicu banjir belum bisa ditangani. “Jebolnya terlalu besar dan luas, harus pakai alat berat,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randi Agata Sakaira melalui gawainya.

Randi menjelaskan panjang tanggul yang jebol mencapai 28 meter dengan ketinggian empat meter. Sampai saat ini, aliran air sungai masih sangat deras sehingga belum bisa dilakukan pemulihan sementara. “Belum berani, sungai juga dalam, airnya deras,” tuturnya.

Karena itu, diakuinya, potensi bahaya banjir masih tinggi. Pihaknya pun terus berjaga-jaga dan mengingatkan warga agar waspada terhadap bahaya banjir lanjutan tersebut.

Untuk penanganan, Randi mengatakan, akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas yang menjadi penanggung jawab aliran Kali Bendokresek ini. “Karena penanganannya cukup berat, pakai bronjong dan sesek tidak akan kuat. Aliran sungainya terlalu besar,” tutur Randi.

Randi mengatakan kalau BBWS Brantas rencananya pagi ini akan melakukan peninjauan lokasi. Dia berharap tanggul yang jebol itu bisa langsung ditutup sehingga luapan air tidak sampai ke rumah warga.

Saat ini, pihak desa bersama BPBD sudah melakukan pemulihan sementara untuk tanggul di sisi barat sungai yang juga rusak. Kondisi tanggul sepanjang 10 meter dengan ketinggian tiga meter itu memang tidak sampai jebol tetapi sudah tergerus parah dan berlubang.

Sementara itu, Juru Pengairan Maron Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Gamiran mengatakan kalau tanggul area Sungai Bendokrosok tersebut memang rawan hancur. Sebab, ada dua aliran sungai yaitu Bendo Mongal dan Bendo Krosok yang bertemu di satu titik. “Posisi jebolnya sudah beberapa titik,” terangnya. Terakhir kali, tanggul jebol sekitar lima tahun lalu, tetapi yang jebol berada di sisi barat. Saat itu, tanggul yang jebol langsung dilakukan perbaikan dan dibuat plengsengan.

Sebenarnya, terang Gamiran, aliran Kali Bendokrosok tersebut akan dilebarkan agar aliran air lebih lancar. “Mau dinormalisasi, tetapi ternyata keduluan jebol,” tuturnya. Normalisasi memang menjadi satu-satunya jalan untuk mencegah kerusakan tanggul yang terjadi berkali-kali ini.

(rk/*/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia