Jumat, 22 Jun 2018
radarkediri
icon featured
Features

Mengunjungi Perpustakaan Umum Milik Bank Indonesia

Selain Statistik, Ada pula Novel Agatha Christie

Minggu, 25 Feb 2018 01:52 | editor : Adi Nugroho

perpustakaan bi - radar kediri

PUSTAKA: Seorang pengunjung sedang membaca salah satu koleksi di perpustakaan BI Kediri. (M SYIFA - JawaPos.com/RadarKediri)

Koleksi yang ada di perpustakaan Bank Indonesia (BI) Kediri ternyata tidak hanya terkait dengan data statistik dan perekonomian. Banyak juga ditemukan novel maupun buku-buku fiksi lainnya.

MOHAMMAD SYIFA

Saat wartawan koran ini berkunjung ke perpustakaan yang ada di lantai dua kantor Bank Indonesia (BI) Kediri, suasananya tidak begitu ramai. Hanya ada beberapa mahasiswa yang sedang lesehan sambil membaca buku dan menghadap ke laptop. “Kebetulan kami sedang melakukan penataan perpustakaan,” kata salah satu pegawai BI Kantor Perwakilan Kediri yang mendampingi wartawan koran ini.

Memang tampak ada beberapa buku yang masih berada di dalam kardus. Kebanyakan, buku-buku itu merupakan laporan atau data statistik yang dikeluarkan oleh BI. Ada pula data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang ada di wilayah kerja kator BI Perwakilan Kediri. Semuanya lengkap.

Beranjak ke rak-rak lainnya, tampak berderet buku-buku lainnya. Ada buku komunikasi bisnis, metode analisis data statistik dengan menggunakan SPSS, dan buku-buku ekonomi lainnya.

Tidak hanya menyediakan koleksi buku-buku, di perpustakaan tersebut juga disediakan wifi gratis yang cukup kencang. Sehingga, pengunjung yang ingin berselancar di dunia maya bisa menggunakan fasilitas tersebut.

Di bagian halaman perpustakaan, juga disediakan kursi-kursi yang nyaman dan bisa digunakan untuk duduk-duduk bagi pengunjung. Tapi, rencananya pihak BI masih akan melakukan pengaturan kembali agar bisa lebih nyaman. “Memang koleksi kami yang paling utama adalah terkait dengan ekonomi. Seperti data hasil penelitian yang dilakukan oleh BI Kediri,” kata Nasrullah, selaki kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Kediri.

Menariknya, tidak hanya buku-buku yang berkaitan dengan ekonomi, di perpustakaan tersebut juga menyediakan buku-buku lain. Misalnya, wartawan koran ini juga menemukan adanya koleksi novel milik Agatha Christie. Lalu, ada pula novel karya A Fuadi yang terkenal dengan Ranah 3 Warna. Belum lagi koleksi buku-buku keagamaan yang tersedia di perpustakaan itu.

Nasrullah mengatakan, perpustakaan BI Perwakilan Kediri itu sebenarnya terbuka untuk umum. Artinya, semua orang bisa memanfaatkannya. Cukup datang ke kantor BI Perwakilan Kediri dan minta tolong ke petugas keamanan untuk diantar ke perpustakaan. “Silakan datang. Tidak perlu untuk menjadi anggota atau mendaftar,” sambungnya.

Memang selama ini masih belum semua masyarakat mengetahui tentang keberadaan perpustakaan tersebut. Kebanyakan, orang yang memanfaatkan perpustakaan tersebut adalah mahasiswa yang sedang melakukan penelitian atau pemerintah daerah yang sedang membutuhkan data. Padahal, masyarakat luas juga bisa memanfaatkannya.

Untuk lebih bisa menjangkau masyarakat luas, lanjut Nasrullah, BI Kediri memilih untuk ‘jemput bola’, yakni dengan membentuk BI Corner. Saat ini ada tiga BI Corner yang ada di wilayah Kediri, yakni di kampus Uniska, STAIN Kediri, dan Perpustakaan Daerah Kediri. Sedangkan secara keseluruhan di wilayah kerja BI Kediri, semuanya ada tujuh. “Ini semacam perpustakaan mini milik BI, tapi berada di tiga lokasi tersebut,” sambung Nasrullah.

Namun, sebenarnya keberadaan perpustakaan dan BI Corner tersebut tidak hanya sebatas memberikan buku-buku atau referensi dalam bentuk fisik. Nasrullah mengatakan bahwa lebih dari itu, tujuannya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat.

Pasalnya, selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengenal BI secara menyeluruh. Masih ada kesalahan persepsi di masyarakat yang menyebut bahwa BI sama dengan bank-bank konvensional lainnya. Misalnya, ada yang beranggapan bahwa BI bisa menyalurkan simpan-pinjam atau menjadi tempat untuk menabung. “Ada yang beranggapan bahwa yang mencetak uang adalah BI,” kata Nasrullah sambil tertawa.

Karena itulah, lelaki asal Jogjakarta tersebut berharap agar dengan keberadaan perpustakaan, bisa memberikan wawasan sekaligus mendekatkan diri ke masyarakat. Sehingga masyarakat tidak lagi memiliki persepsi yang salah kepada BI.

Ke depan, Nasrullah berharap agar lebih banyak masyarakat yang bisa berkunjung ke perpustakaan milik BI. Terelebih jika nanti penataan sudah selesai dilakukan, maka pengunjung bisa lebih nyaman dalam memanfaatkan fasilitas yang ada.

(rk/*/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia