Sabtu, 23 Jun 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Paslon Belum Daftarkan Akun Medsos

Minggu, 25 Feb 2018 13:26 | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI

ILUSTRASI

NGANJUK – Pengawasan kampanye di  media sosial (medsos) tak maksimal. Pasalnya, sampai kemarin tiga pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) belum mendaftarkan akun medsos mereka ke KPU Kabupaten Nganjuk.

Ketua KPU Kabupaten Nganjuk Agus Rahman Hakim mengatakan, tiga paslon belum mendaftarkan akun medsos mereka. Dari tiga paslon, hanya tim pasangan Novi Rahman Hidhayat-Marhaen Djumadi yang melakukan konfirmasi. “Tapi belum didaftarkan. Masih sebatas konfirmasi,” katanya.

Sedangkan pasangan Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono dan Desy Natalia Widya-Ainul Yakin, sampai kemarin belum mengonfirmasi soal pendaftaran akun medsos ke KPUD.

Lebih jauh Agus mengatakan, sebenarnya KPUD tidak memberi deadline pendaftaran akun medsos. Tetapi, karena kampanye sudah dimulai sejak 15 Februari lalu, tim kampanye paslon harus segera mendaftarkannya.

Berdasarkan peraturan, lanjut Agus, tim kampanye paslon wajib mendaftarkan maksimal lima akun untuk tiap jenis medsos. Agus mencontohkan, masing-masing timses hanya boleh memiliki maksimal lima akun instragram (IG). Demikian juga dengan facebook (FB) dan twitter. “Masing-masing maksimal lima akun saja,” lanjut Agus.

Untuk diketahui, selain lewat alat peraga kampanye (APK) dan pertemuan, kampanye pemilihan bupati (pilbup) bisa melalui medsos. Sebagai bentuk pengawasan, paslon wajib mendaftarkannya. Hal itu untuk memudahkan panitia pengawas pemilu (panwaslu) melakukan pengawasan.

Setelah semua akun didaftarkan ke KPUD, Agus mengatakan, pihaknya akan segera membuat surat tembusan ke Panwaslu Kabupaten Nganjuk. Dengan demikian, panwaslu mengetahui akun-akun milik paslon yang dipakai untuk kampanye.

Bagaiman dengan pemasangan APK di tepi jalan? Sampai kemarin, belum ada satu pun paslon yang memasang baliho. Agus mengatakan, ada dua jenis APK yang boleh dipasang. Yakni, lima APK dari KPUD dan delapan buah dari masing-masing paslon.

Untuk APK dari KPUD, Agus menyebut pihaknya masih menunggu pencetakan dari pihak ketiga. Selain itu, KPUD juga meminta kesepakatan lokasi pemasangan APK meski sebelumnya KPUD sudah menentukan titiknya. “Tapi kami harus meminta persetujuan dari paslon,” tandasnya.

Berdasar pembicaraan awal, APK akan dipasang di kecamatan yang ramai. Seperti di Kecamatan Tanjunganom, Kertosono dan Nganjuk. Lokasinya dipilih yang luas karena satu APK berukuran 4x3 meter.

Terpisah, Ketua Panwaslu Kabupaten Nganjuk Abd Syukur Junaidi meminta tim kampanye segera mendaftarkan akun medsos mereka. Sebab, sebelum didaftarkan, panwaslu kesulitan untuk melakukan pengawasan kampanye. “Kampanye sudah berjalan. Seharusnya akun medsos sudah terdaftar,” sesal Syukur. 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia