Jumat, 22 Jun 2018
radarkediri
icon featured
Travelling

Kawah Kelud Berubah Warna, Ini Sebabnya

Jumat, 09 Mar 2018 01:02 | editor : Adi Nugroho

kawah kelud - radar kediri

BERUBAH WARNA: Kondisi air di kawah Gunung Kelud pada Senin (5/3) lalu berubah warna menjadi cokelat dari semula berwarna kehijauan. (M ARIF HANAFI - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN - Warga di sekitar Gunung Kelud sempat digegerkan dengan perubahan warna pada kawah gunung yang sempat meletus pada 2014 lalu itu. Bahkan, sempat tersiar kabar terjadi perubahan status Gunung Kelud menjadi siaga 1.

Perubahan warna air pada kawah Gunung Kelud tersebut memang sempat menimbulkan berbagai macam spekulasi. Hal tersebut diakui petugas pemantau Gunung Kelud Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG) Khoirul Huda. “Banyak pertanyaan dan informasi yang masuk kalau status Gunung Kelud siaga 1,” keluh Khoirul saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.

Padahal, dalam istilah status gunung api, tidak ada status siaga satu. Yang benar dalam penentuan status hanya dari aktif normal, waspada, siaga, dan awas. “Sampai saat ini Gunung Kelud masih status aktif normal,” tandas Khoirul saat ditemui di kantornya, Senin (5/3) lalu.

Memang, dijelaskan oleh Khoirul, kalau saat ini warna kawah Gunung Kelud berubah. Jika sebelumnya berwarna hijau, saat ini menjadi cokelat. Tapi, bukan karena adanya aktivitas dalam dari Gunung Kelud. “Itu karena hujan deras yang terus menerus. Makanya warnanya berubah,” tegas pria yang sudah puluhan tahun menjadi petugas pemantau ini. Kondisi perubahan warna kawah ini juga dianggap normal setiap musim penghujan atau saat curah hujan memang tinggi. Perubahan warna itu, kata Khoirul, terjadi sejak sembilan hari lalu.

Khoirul lalu menunjukkan alat ukur gempa atau seismograf yang terlihat tidak ada tanda pergerakan berarti. “Itu lurus saja, kan?” ucapnya. Kalaupun ada grafik lengkungan, hal itu terjadi karena gempa tektonik atau disebabkan ada gerakan lempeng yang sudah biasa terjadi pada gunung berapi.

Selain itu, terang Khoirul, pada penghitungan data-data pendukung, diketahui kalau suhu masih normal, yaitu di kisaran 27 derajat celcius. Sementara pada Senin (5/3) lalu, kondisi puncak Kelud diketahui berkabut dan mendung. “Puncak hujan deras,” jelasnya.

Saat ini, pihak PVMBG pos pantau Kelud masih terus melakukan pemantauan. Termasuk mengimbau warga agar tidak panik dalam menghadapi isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Menurut dia, isu itu muncul karena masyarakat tidak memahami kondisi aktivitas Gunung Kelud. Karena itu, pihaknya telah membuka informasi perkembangan aktivitas Gunung Kelud dan gunung berapi lainnya di www. esdm.go.id

Padahal, jika memang ada aktivitas dari kawah gunung berapi tersebut, maka pihaknya akan segera menginformasikan ke warga. Termasuk mereka yang berada di lokasi rawan bencana.

Sementara itu, kehebohan adanya perubahan warna kawah Gunung Kelud juga diakui oleh warga. Hanya, warga mengaku tidak panik. “Dengar dari warga lain, tapi sini sudah biasa. Selama tidak ada woro-woro (dari pos pemantau), berarti ya aman,” tutur Suwarti, 30, warga Desa Sugihwaras.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu pedagang di kawasan Gunung Kelud. “Tidak masalah. Di sini aman-aman saja,” tutur Yayuk, salah satu warga. Menurut dia, informasi itu tidak sampai memengaruhi jumlah wisatawan yang datang.

(rk/*/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia