Minggu, 27 May 2018
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal
Polres Nganjuk

Pamit Mondok, Danayanti 10 Tahun Menghilang

Pastikan Kabar Bomber asal Ngetos Hoax

Kamis, 17 May 2018 13:08 | editor : Adi Nugroho

teroris - radar nganjuk

HOAX: Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta (pegang mikrofon) memberi klarifikasi tentang kabar keterlibatan Fitria Diyah Irawati, asal Desa Kuncir, Ngetos dalam kasus bom di Surabaya tidak benar alias hoax. (REKIAN - JawaPos.com/RadarKediri)

NGANJUK - Penangkapan 18 terduga teroris oleh Densus 88 dan Polda Jatim pascapengeboman tiga gereja di Surabaya Senin (14/5) lalu, menyeret dua warga Nganjuk. Adalah Damayanti, 34, asal Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso dan Rizky Ardian Sulanjana, 36, asal Perum Griya Jatirejo Indah Blok E/25, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Nganjuk yang masih diinterogasi secara intensif oleh Densus 88 hingga kemarin. 

Jawa Pos Radar Nganjuk berusaha mencari alamat Damayanti sesuai data yang beredar di Polda Jatim. Tetapi, nama yang tertera sesuai alamat tersebut bukanlah Damayanti. Melainkan, Danayanti. Usdiyono, 58, ayah Danayanti mengatakan, selama beberapa hari terakhir rumahnya sering didatangi polisi dan TNI. “Menanyakan Danayanti,” kata Usdiyono.

Meski mengakui Danayanti sebagai putri sulungnya, pria tua itu mengaku tidak bisa memberikan banyak informasi. Sebab, dia sudah hilang kontak dengan putrinya itu selama 10 tahun terakhir. “Dia pamit akan mondok dan melanjutkan pendidikan. Setelah itu tidak ada kabar,” katanya.

Yang mengherankan, saat meninggalkan rumah sekitar sepuluh tahun lalu, Danayanti juga berpesan agar orang tuanya tidak lagi menghubunginya. Sejak saat itu pula, Usdiyono mengaku tidak mengetahui lagi kabar putrinya. 

Kabar terakhir yang diketahui Usdiyono, Danayanti tengah mondok di Sidoarjo. Sembari belajar ilmu agama, dia juga berjualan pakaian. Sejak hidup mandiri itulah, Yanti, sapaan akrab Danayanti, meminta orang tuanya tak menghubunginya.

teroris - radar nganjuk

KENANGAN: Usdiyono, 58, ayah Danayanti menunjukkan ijazah putrinya yang disebut-sebut diamankan Densus 88 di Sidoarjo dan foto semasa kecil. Dia sudah tak bertemu putrinya selama 10 tahun terakhir. (REKIAN - JawaPos.com/RadarKediri)

Yanti juga tidak pernah pulang. Baik saat lebaran maupun saat ada keluarga meninggal. Bahkan, saat sang ibu meninggal, Yanti juga tidak menunjukkan batang hidungnya. Usdiyono yang berusaha mencari Yanti ke Surabaya harus pulang dengan tangan kosong. “Tidak ketemu,” terangnya sembari menyebut Yanti meninggalkan rumah dengan membawa fotokopi ijazah dan surat lamaran kerja.

Karena lama tidak bertemu dengan putrinya itulah, Usdiyono mengakuk tidak mengetahui apakah Damayanti yang diamankan Densus 88 adalah putrinya atau perempuan lain. “Saya belum lihat fotonya (perempuan yang diamankan, Red),” imbuhnya.

Usdiyono berharap bisa segera bertemu dengan putrinya itu. Sehingga, bisa didapat kejelasan tentang kasus yang saat ini ikut menyeret nama perempuan yang menurut data polisi merupakan istri Agus Satrio Widodo, 48, terduga teroris asal Jl Sersan KKO Usman, Kelurahan Dandangan, Kota Kediri itu.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta yang dikonfirmasi tentang pengamanan dua warga Nganjuk sebagai terduga teroris mengatakan, pihaknya sudah berusaha mengonfirmasi ke Polda Jatim. “Sementara diminta untuk menunggu kebenarannya,” kata Dewa.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, dirinya belum bisa memberikan penjelasan terkait data belasan nama terduga teroris yang diamankan Polda Jatim. “Saya tidak bisa memberi penjelasan setengah-setengah,” katanya.

Polda Jatim, kata Barung, akan memberikan rilis setelah penyelidikan selesai. Jika dirilis sekarang, perwira dengan pangkat tiga melati di pundak ini khawatir akan berpengaruh terhadap proses penyelidikan yang berlangsung. “Nanti akan dijelaskan setelah semua selesai,” janji Barung.

Bomber Ngetos Hoax

Meski belum bisa menjelaskan detail kasus yang membelit Rizky dan Damayanti, Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta memastikan kabar yang mengaitkan nama Fitria Diyah Irawati, asal Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos yang merupakan pelaku bomber di Surabaya, hoax.

Sebelumnya, nama Fitria viral di media sosial karena identitas motor Yamaha Jupiter Z bernopol AG 4966 WI milik Fitria yang ada di tempat kejadian perkara (TKP). Terkait kabar yang sempat ramai dibicarakan itu, Fitria yang kemarin datang ke Mapolres Nganjuk menegaskan berita itu tidak benar. “Saya langsung shock saat mendengar kabar itu dari teman-teman saya,” akunya.

Fitria juga ketakutan. Sebab, motor Jupiter Z itu berada di Jawa Tengah karena dibawa Rizal Maulana, adiknya. “Saya mengkhawatirkan kondisi adik. Saya langsung telepon,” lanjut Fitria yang saat itu langsung menghubungi polisi dan meminta perlindungan.

Rupanya, kabar yang beredar di masyarakat itu juga langsung direspons polisi. Dewa mengatakan, anggotanya langsung mengecek ke rumah Fitria. “Rizal kami minta berlindung ke salah satu polsek di Semarang,” kata Dewa sembari menyebut anggotanya juga menjemput Rizal ke Semarang.

Rizal yang juga sempat diperiksa Polrestabes Semarang dipastikan tidak terlibat aksi pengeboman di Surabaya. “Kabar tentang Fitria dan adiknya itu jelas hoax. Tidak benar,” terang Dewa dalam rilis kemarin sembari menyebut berita yang resmi bersumber dari humas Polri.

Dewa mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati menyebarkan informasi. Baik berupa gambar atau video yang belum jelas kebenarannya. “Ini orangnya ada di depan kita. Dia tidak terlibat peristiwa pengeboman di Surabaya,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia