Jumat, 22 Jun 2018
radarkudus
icon featured
Features
Jodi Satria Affan, Duta Wisata Indonesia 2017

Tampilkan The Romance of Roro Jonggrang

Sabtu, 09 Dec 2017 16:19 | editor : Panji Atmoko

RAIH PRESTASI: Jodi Satria Affan dan Indira Wibowo berhasil menjadi juara dalam Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2017 di Kupang, NTT.

RAIH PRESTASI: Jodi Satria Affan dan Indira Wibowo berhasil menjadi juara dalam Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2017 di Kupang, NTT. (DOK. PRIBADI)

 Prestasi membanggakan kembali diraih Jodi Satria Affan. Setelah meraih juara I Duta Wisata Jawa Tengah, saat ini dia bersama pasangannya Indira Wibowo menjuarai pemilihan Duta Wisata Indonesia 2017.

FEMI NOVIYANTI, Jepara

BISA ambil bagian dalam pemilihan Duta Wisata Indonesia 2017 menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Jodi Satria Affan. Terlebih ajang tersebut, dia bersama Indira Wibowo meraih prestasi tertinggi. Yakni, predikat juara Duta Wisata Indonesia 2017.

Prestasi itu diraih dengan upaya yang luar biasa. Mulai persiapan materi kepariwisataan hingga mempersiapkan busana untuk menunjang penampilan. Semua itu dipersiapkannya setahun lalu.

Terkait prestasi ini, laki-laki yang merupakan juara Duta Wisata Jepara 2016 menceritakan, di pemilihan Duta Wisata Indonesia, ada 16 provinsi yang ambil bagian. Mulai dari provinsi di Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Bali hingga Papua. ”Pelaksanaanya di Kupang, NTT,” katanya kemarin (8/12).

Di ajang itu, laki-laki kelahiran Semarang, 17 Januari 1999 ini menjalani karantina sekitar empat hari. Dia mengikuti grand final Sabtu (2/12) lalu. Selama empat hari dia senang bisa bertemu pribadi-pribadi hebat di Indonesia.

”Kami sangat senang karena dikelilingi pribadi yang baik dan hangat. Hospitality sangat dijunjung tinggi dan sangat terasa di NTT. Kami tidak bisa berhenti bersyukur diberi kesempatan mengikuti ajang ini,” ujarnya.

Dalam pemilihan Duta Wisata Indonesia itu, banyak agenda yang dijalani. Salah satu yang mengesankan saat presentasi objek wisata dan apresiasi seni bertajuk The Romance of Roro Jonggrang.

Saat apresiasi seni itu dia menggunakan busana karnival karya Bayu Supriyanto, seniman Jepara. Baju tersebut bertema Roro Jonggrang sebagaimana cerita yang disampaikan. ”Sejak awal kami bertekad menampilkan sesuatu yang menarik saat apresiasi seni. Salah satunya dengan menampilkan busana yang unik dan berbeda,” tuturnya.

Laki-laki yang tinggal di RT 13 RW 2, Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan tersebut sempat melakukan kunjungan dan city tour mengelilingi Kupang. Termasuk, sentra UMKM dan Museum Komodo.

Dia dan peserta lain juga berkesempatan mengunjungi Kantor Dinas Gubernur NTT yang memiliki arsitektur yang terinspirasi dari sasando yaitu alat musik tradisional dari NTT.

Disinggung mengenai tantangan yang dihadapinya, alumni SMAN 1 Mayong ini mengaku, tantangan berat dirasakannya saat tes tertulis. Selain itu, apresiasi seni menjadi tantangan tersendiri. ”Karena waktunya singkat. Jadi kami harus tampil sekaligus mempresentasikan apa yang kami tampilkan,” jelasnya.

Usahanya tak sia-sia. Karena dia dan Indira Wibowo menampilkan sesuatu yang berbeda. ”Kami unggul di apresiasi seninya. Selain mengunggulkan budaya, kami pakai busana yang memiliki nilai filosofis,” ujarnya.

Jodi sendiri mengaku tak menyangka bisa meraih juara dalam pemilihan tersebut. Sebab perwakilan dari provinsi lain semua berkualitas. ”Masuk tiga besar saja saya tidak menyangka. Rasanya seperti mimpi. Saya bahkan tidak berani tidur lantaran takut kalau bangun ini cuma mimpi,” katanya.

Setelah dinobatkan sebagai juara, Jodi menyampaikan, akan terus mempromosikan pariwisata di Indonesia. Terutama 10 Bali Baru yang saat ini digadang-gadangkan oleh Kementerian Pariwisata. Yaitu, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Morotai, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Tanjung Lesung, Bromo Tengger Semeru, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Mandalika NTB.

(ks/emy/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia