Selasa, 19 Jun 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Takut Ditilang, Pemuda Nekat Tabrak Polantas hingga Masuk Rumah Sakit

Rabu, 13 Dec 2017 09:05 | editor : Ali Mustofa

DIRAWAT: Brigadir Joko Pamoga Mukti menjalani perawatan medis di RSUD Kartini usai ditabrak Saiful Rochman saat betugas di jalan Soekarno - Hatta Km. 7 Desa Ngabul kemarin.

DIRAWAT: Brigadir Joko Pamoga Mukti menjalani perawatan medis di RSUD Kartini usai ditabrak Saiful Rochman saat betugas di jalan Soekarno - Hatta Km. 7 Desa Ngabul kemarin. (POLRES JEPARA FOR RADAR KUDUS)

TAHUNAN – Seorang pemuda nekat menabrak anggota Satlantas Polres Jepara kemarin. Kejadian tersebut menimpa Brigadir Joko Pamoga Mukti saat melaksanakan razia. Lokasi kejadian di Jalan Soekarno - Hatta Km. 7 Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan.

Kejadian tersebut bermula ketika Satlantas Polres Jepara melaksanakan razia di lokasi tersebut. Tepatnya di depan pasar Ngabul lama atau pertigaan arah (lingkar ngabul) Desa Bawu dan Desa Ngasem, Kecamatan Batelait. Pada pukul 08.00 Brigadir Joko sedang melaksanakan tugas razia. Tiba-tiba dari arah selatan seorang pengendara sepeda motor jenis Honda Vario dengan nopol K-5469-RQ menerobos rambu lalu lintas. Rambu yang dilanggar adalah tanda dilarang masuk ke jalan satu arah.

Pelaku mengendarai dengan kecepatan tinggi sekitar 80 kilometer per jam. Laju pelaku sempat dihentikan dua petugas lain. Tetapi pelaku tidak menghiraukannya. Justru menambah kecepatan sepeda motor. Hal ini mengakibatkan pelaku menabrak Brigadir Joko.

“Anggota satlantas saat ini sedang dirawat di RSUD Kartini. Korban mengalami luka benjolan pada kepala dan lecet di muka serta tangan. Sedangkan  barang bukti masih ditahan di Mapolres. Pelaku juga kami tahan untuk dimintai keterangan,” kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta.

Pelaku diketahui identitasnya atas nama Saiful Rochman, 23. Merupakan warga Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan. Diduga pelaku menabrak petugas karena panik menghindari razia. Pelaku juga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM ). Selain itu terjadi pelanggaran perubahan motor yang tidak sesuai standar.

Akibat perbuatan pelaku, pasal yang disangkakan adalah 351 atau 212 KUHP. Pasal ini tentang penganiayaan atau melawan pejabat yang sedang bertugas. Hukuman selama-lamanya 5 tahun apabila dikenakan pasal 351. Sedangkan pasal 212 menyebutkan barang siapa dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan melawan seorang pegawai negeri yang sedang mengerjakan jabatannya dengan sah, dihukum selama-lamanya satu tahun empat bulan. (war)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia