Jumat, 22 Jun 2018
radarmadiun
icon featured
Features
Kisah Jasa Pembuatan Seserahan dan  Maskawin

Khusus Angka Tanggal, Bulan, Tahun, Pakai Koin Pecahan Rupiah Lama 

Jumat, 04 Aug 2017 15:51 | editor : Budhi Prasetya

Ayu Wahyuning Setia menunjukkan seserahan buatannya yang dihias indah.

Ayu Wahyuning Setia menunjukkan seserahan buatannya yang dihias indah. (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

Seserahan dan mahar pernikahan bikinan Ayu Wahyuning Setia kini dilirik banyak orang. Dia mahir menyusun maskawin berupa uang tunai hingga bermakna tanggal, bulan, dan tahun. Mantan guru TK ini sengaja menyimpan uang koin berbagai pecahan yang dikulaknya di Solo. Belakangan dia sengaja mendalami seni melipat kertas. 

DENI KURNIAWAN, Madiun

BERUNTUNG Ayu Wahyuning Setia memiliki motorik halus bawaan lahir yang kuat. Dia terampil membuat barang kerajinan. 

Seserahan atau hantaran pernikahan bakal indah dilihat jika Ayu yang buat. Mahar untuk akad nikah juga lebih menarik jika hiasannya dibikin langsung gadis 26 tahun ini. 

Belakangan Ayu rajin membuat paper flower hingga karyanya kerap menghias pesta ulang tahun. Ramainya pesanan membuatnya harus rela menanggalkan pekerjaan lamanya sebagai guru taman kanak-kanak (TK). 

Padahal, dia awalnya tidak sengaja dimintai bantuan teman agar menghias mahar atau maskawin. Warga Jalan Jeruk, Taman, Kota Madiun, itu blak-blakan mengaku sudah bosan menjadi karyawan. 

‘’Ingin mandiri, punya usaha sendiri. Tidak enak kerja ikut orang,’’ aku sarjana pendidikan matematika itu.

Keputusan Ayu tidaklah keliru. Rupiah demi rupiah mengalir deras ke kantongnya berkat usaha jasa pembuatan mahar, seserahan, dan paper flower bouquet. 

Tanpa menyebut nominal, keuntungan yang didapat separo dari modal yang dikeluarkannya. Tersirat dia membenarkan ada enam nol berderet di belakang angka. 

‘’Saya merasa seperti orang yang merdeka. Menekuni pekerjaan yang pertanggungjawabannya ke diri sendiri,’’ jelasnya. 

Dia masih ingat betul wujud mahar pertama buatannya. Maskawin berupa uang tunai itu sengaja dibingkai dengan hiasan bunga. Ayu menyusun pecahan uang dengan beragam nominal itu sedemikian rupa sehingga memiliki makna tanggal, bulan, dan tahun. 

‘’Bisa sesuai hari kelahiran pengantin atau hari pernikahan,’’ terang Ayu. 

Tak urung, dia rajin mengumpulkan pecahan koin Rp 1, Rp 2, Rp 5, Rp 10, Rp 25, Rp 50, dan Rp 100. Jika persediaan koin habis, Ayu rela mengulak ke Solo kendati harus menebusnya dengan rupiah lebih mahal. 

‘’Cari koin langka di Madiun sulit,’’ akunya. 

Keterampilan Ayu belakangan bertambah. Dia sengaja mempelajari seni melipat kertas. Lipatan-lipatan kertas kecil digubahnya membentuk bunga yang lumrah disebut paper flower bouquet. 

‘’Bahannya dari kertas buffalo,’’ jelas putri kedua tiga bersaudara pasangan Setiawan dan Rahajoe itu.

Butuh kesabaran lebih untuk merampungkan seikat paper flower. Banyak tahapan yang harus dikerjakannya. Apalagi, ada dua motif bunga yang mampu dibuatnya: bunga mawar dan bunga segilima. 

‘’Mawar lebih mudah dibandingkan segilima,’’ akunya.

Saat membuat paper flower bouquet, Ayu lebih dulu menyiapkan potongan kertas buffalo ukuran 16x16 sentimeter. Tiap sudut digunting oval menyerupai lingkaran. 

Setelah itu, potongan kertas digunting melingkar seperti obat nyamuk bakar. Ayu lantas menggulungnya dengan diameter sekitar 2,5 senti. 

‘’Pangkal kelopak bunga direkatkan dengan lem. Tidak sulit, tapi butuh kesabaran,’’ ujarnya.

Kesabaran dan ketelitian lebih diperlukan ketika membuat bunga segilima. Ayu harus membagi empat kertas ukuran 16x16 sentimeter. 

Dengan melipatnya berulang-ulang sehingga berbentuk kotak sebelum dibetuk kelopak. Untuk setangkai bunga segilima butuh lima kelopak. 

Tinggal dihitung berapa kelopak yang dibutuhkan untuk membuat satu ikat bunga berisi 30 tangkai. 

‘’Ada juga yang minta seikat berisi 50 tangkai bunga,’’ katanya.

Jari Ayu kini sudah hafal alur lipatan. Dia biasa membuat kelopak bunga kertas sambil menonton televisi. Matanya fokus ke layar kaca, bersamaan jarinya sibuk melipat. 

Selain mawar dan segilima, sebenarnya banyak jenis bunga yang bisa dihasilkan dari seni melipat kertas. Ayu kini tengah mendalami beberapa teknik lipat lain. 

‘’Lihat video seni origami, bisa dapat ide baru dari situ,’’ ucapnya. **** 

(mn/mg8/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia