Kamis, 21 Jun 2018
radarmadiun
icon featured
Pacitan

Dana BOS Telat Cair, Sekolah Terpaksa Pinjam Uang Komite

Kamis, 07 Sep 2017 14:30 | editor : Budhi Prasetya

Kegiatan belajar-mengajar (KBM) siswa tetap terus berjalan kendati dana BOS triwulan III belum cair.

Kegiatan belajar-mengajar (KBM) siswa tetap terus berjalan kendati dana BOS triwulan III belum cair. (Muhammad Budi/Radar Pacitan)

PACITAN – Potret dunia pendidikan di Kabupaten Pacitan nampaknya masih tetap buram. Bagimana tidak, dana bantuan operasional sekolah (BOS) triwulan III tak kunjung dicairkan.

Sebagimana diungkapkan Wakahumas SMAN 1 Pacitan, Tri Andarini. Dia mengaku dana BOS triwulan III sampai saat ini belum cair. 

Padahal, masa triwulan III sebenarnya sudah dimulai sejak Juli lalu. Tapi, hingga awal September, dana dari pemerintah pusat itu tak kunjung diterima pihak sekolah. 

‘’Padahal, dana itu diperlukan untuk menunjang keperluan sekolah,’’ kata Tri, Selasa (5/9).

Dengan demikian, pihak sekolah harus berhitung ulang dalam aspek pengeluaran. Karena dana SPP tidak mampu meng-cover atau menanggung biaya kegiatan yang sudah direncanakan. 

Meski demikian, Tri mengaku bahwa kegiatan belajar-mengajar (KBM) siswa tetap berjalan seperti biasa. Semua keperluan yang berkaitan dengan KBM wajib mereka dahulukan. Hal itu supaya kegiatan belajar siswa tidak terganggu. 

‘’Untuk penggunaan dana BOS itu harus sesuai dengan aturan,’’ ungkap Tri.

Keterlambatan pencairan dana BOS itu memang membuat pihaknya harus cerdik mengatur pengeluaran. Apalagi, dana SPP sesuai surat edaran (SE) gubernur itu dianggap belum sesuai kebutuhan. 

Tri mengaku tidak tahu menahu alasan mengapa dana BOS belum cair sampai saat ini. Namun, dia menduga molornya pencairan dana BOS tersebut lebih disebabkan karena terbentur momen tahun ajaran baru. 

‘’Karena dana BOS belum cair kami terpaksa menggunakan uang dari komite hasil sumbangan dari orang tua siswa,’’ terangnya.

Sesuai data Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim, jumlah dana BOS yang dicairkan untuk triwulan III baru mencapai 20 persen dari total anggaran sebesar Rp 3,5 triliun per Agustus 2017. Saat ini proses pencairan terus dilakukan secara bertahap. 

‘’Setiap siswa mendapat jatah dana BOS sebesar Rp 1,4 juta,’’ kata Kardoyo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) wilayah Pacitan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pencairan dana BOS molor. Salah satunya adalah karena proses administrasi yang dibuat oleh sekolah belum rampung. Sehingga pencairan dana BOS belum dapat diproses. 

‘’Syarat pencairan dana BOS triwulan III, surat pertanggungjawaban (Spj) memang harus masuk dulu,’’ ujar mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Pacitan tersebut.

Kardoyo mengungkapkan sebenarnya sudah melakukan penagihan Spj itu kepada semua kepala SMA/SMK. Dengan harapan proses pencairan dana BOS triwulan III tersebut bisa segera cair. 

Pemprov memang tidak memberikan izin pencairan apabila Spj penggunaan dana BOS triwulan II belum selesai diurus. 

‘’Jadi, mungkin ini masih dalam tahap proses pencairan secara bertahap. Karena pemprov memang mengurusi dana BOS untuk seluruh sekolah di Jatim,’’ jelasnya.

(mn/her/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia