Senin, 25 Jun 2018
radarmadiun
icon featured
Ponorogo

Perpanjangan Izin Belum Selesai, Sari Gunung Berhenti Ledakkan Bukit

Rabu, 08 Nov 2017 20:02 | editor : Budhi Prasetya

tambang batu gamping

Suasana di lokasi tambang batu kapur milik PD Sari Gunung di Desa/Kecamatan Sampung. (Latiful Habibi/Radar Ponorogo )

SAMPUNG – PD Sari Gunung tutup mulai hari ini. Keputusan itu diambil setelah dibahas bersama perwakilan penambang dan forum komunikasi pimpinan Kecamatan Sampung. Ini buntut izin operasional perusahaan peledakan batu kapur tersebut belum diterbitkan pemprov. 

‘’Kami tidak mau ambil risiko, makanya memilih aktivitas tambang ditutup sementara,’’ kata Direktur PD Sari Gunung, Suwandi, Senin (6/11).

Suwandi mengungkapkan, izin operasional penambangan perusahaan daerah tersebut habis sejak 13 Juni 2017.  Suwandi menyatakan sebenarnya sudah mengajukan perpanjangan sebelum batas waktunya. 

Pengajuan itu dilakukan 22 Maret 2017 lalu dengan mengirim surat beserta lampiran yang dibutuhkan sebagai persyaratannya ke Kantor Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Perizinan Terpadu (UPT P2T) Provinsi Jatim. 

Tapi hingga saat ini izin tersebut tak kunjung keluar. Suwandi geleng kepala ditanya penyebab izin perpanjangan tak kunjung beres. 

‘’Saya belum tahu, yang jelas apa saja syarat yang dibutuhkan untuk perizinan itu juga sudah dipenuhi,’’ paparnya.

Dijelaskan, proses perpanjangan perizinan dilakukan oleh konsultan. Sebab selama ini pihaknya belum memiliki ahli yang mampu menghitung berapa besar jaminan reklamasi, gambar situasi dan lainnya. 

Direktur PD Sari Gunung, Suwandi menegaskan jika meski berhenti beroperasi, kantor PD Sari Gunung akan tetap buka untuk mengurusi administrasi. Sedangkan terkait nasib pekerja yang jumlahnya ratusan orang, Suwandi belum tahu solusinya. 

Diakuinya, banyak pekerja yang keberatan dengan penutupan itu dengan alasan ekonomi keluarga mereka. Tapi mulai hari ini mereka juga berhenti melakukan aktivitas penambangan. 

Karena status mereka mitra kerja PD Sari Gunung. Sehingga jika perusahaan ditutup, otomatis aktivitas yang berhubungan dengan pertambangan ikut berhenti. 

‘’Nanti akan buatkan pengumuman, selama proses perpanjangan izin, semua aktivitas berhenti dulu,’’ tuturnya.

Sampai kapan penutupan dilakukan? Suwandi menggeleng. Yang jelas, selama dia belum menerima rekomendasi teknis dari kantor UPT P2T provinsi. 

‘’Tapi kenapa sekarang tidak kunjung keluar, kami juga tidak tahu,’’ ungkapnya.

(mn/tif/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia