Senin, 25 Jun 2018
radarmadiun
icon featured
Ngawi

Dana Cupet, Pilih Perbaiki Traffic Light Usang Daripada Ganti

Kamis, 09 Nov 2017 22:17 | editor : Budhi Prasetya

traffic light rusak

Petugas Dishub Ngawi melakukan pengecatan tiang traffic light pertigaan S Parman yang telah usang.  (Icuk Pramono/Radar Madiun )

NGAWI – Kondisi traffic light di sejumlah persimpangan yang ada di Ngawi mulai usang.  Kondisi ini kerap memunculkan keluhan para pengguna jalan. 

Maklum, rambu rambu lalu lintas tersebut memegang peranan vital bagi pengendara kendaraan bermotor. Terlebih, kerusakan traffic light mengakibatkan arus lalu lintas kacau. 

’’Tahun ini belum bisa kami lakukan pergantian, belum dianggarkan,’’ ujar Kabid Lalu Lintas Dishub Ngawi, Tumiran Robes.

Dia mengaku langsung memastikan informasi yang masuk terkait kerusakan lampu lalu lintas tiga warna itu. Seperti di pertigaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) jalan S Parman, Trunojoyo, Siliwangi, Grudo, dan perempatan Kodim 0805. 

Pihaknya melakukan pemeliharaan di titik-titik tersebut sesuai kebutuhan.  ’’Kami cat ulang dan perbaiki lampu apabila mati,’’ ujarnya. 

Dia memerinci, total ada 16 bangjo tersebar di Ngawi. Selain di empat titik tersebut, ada di perempatan pos polisi Banyakan, Jrubong, Kandangan, Tawun, Mantingan, Karangasri, Dungus, Geneng, Gendingan, dan A. Yani. 

’’Traffic light Geneng, Gendingan, Banyaan, dan Siliwangi memang perlu diganti. Karena sudah terpasang sejak 2012 sampai 2014,’’ imbuhnya. 

Dia mengatakan, banyak sebab traffic light tersebut rusak. Mulai dari masa penggunaan, cuaca ekstrem yang menyebabkan korsleting listrik saat hujan. 

Hal itulah yang membuatnya menyiapkan tim mobile yang siap meluncur ke titik-titik lampu yang rusak. Ada satu tim khusus yang berjumlah enam orang bertugas untuk melakukan pengecekan dan perbaikan lampu yang rusak. 

Dia menambahkan, rencananya tahun depan bakal ada penambahan traffic light di sejumlah titik yang dianggap rawan dan titik keramaian. Diantaranya jembatan penghubung Watualang–Pitu, area wisata di Ngawi, Pasar Kedungprahu, Kecamatan Padas. 

’’Selain pertimbangan kerawanan itu juga berdasarkan masukan masyarakat, dewan, perangkat desa, dan kepolisian,’’ ucapnya. 

Sri Suwarno, kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Ngawi menuturkan tahun ini anggaran yang tersedia hanya untuk pemeliharan, itu pun tidak besar hanya Rp 150 juta. Dia mengungkapkan, selain 16 traffic light di Ngawi ada 44 unit warning light. 

Sayangnya, tidak seluruh lampu tersebut dalam kondisi optimal. Dia menambahkan, telah melakukan pemantauan tiap bulan sekali. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi lampu lalin yang ada di wilayahnya dalam kondisi baik. 

’’Ada tim patroli tiap bulan atau kondisi darurat,’’ pungkas Warno.

(mn/ian/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia