Sabtu, 26 May 2018
radarmadiun
icon featured
Peristiwa
Bencana Pacitan

Sembilan Warga Dilaporkan Tewas Tertimbun Longsor

Rabu, 29 Nov 2017 10:15 | editor : Budhi Prasetya

korban tertimbun longsor pacitan

TERTIMBUN : Anggota TNI dan Polri dibantu warga berupaya mencari korban di bawah reruntuhan puing bangunan rumah warga Dusun Blimbing, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung yang ambruk diterjang meterial longsor (Hengky Ristanto/Radar Pacitan)

PACITAN - Guyuran hujan di Kabupaten Pacitan sepanjang hari Selasa (28/11) tidak hanya menyebabkan banjir. Bencana tanah longsor juga terjadi di sejumlah desa yang berlokasi di daerah rawan bencana. 

Bahkan, bencana trsebut merenggut nyawa sedikitnya sembilan warga Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo. 

Di RT 2/RW 7 Dusun Blimbing, Desa Klesem, tiga korban tewas tertimbun material longsor. Yakni, Temu (57), Siti Kalimah (22) dan Fitri (3). Sedangkan, korban selamat adalah Boimin (patah tulang kaki kanan). 

Sementara Parno (73), Kasih (70), Rozak (17) dan Sukesi (49) jadi korban tewas di RT 3 RW 6 Dusun Duren, Desa Klesem. 

Selain itu, informasi yang dihimpun dua warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo juga dilaporkan tertimbun material longsor. Namun hingga kini belum diketahui identitasnya.

Kaur Kesra Desa Klesem Tugino mengatakan, proses evakuasi korban tanah longsor di Dusun Duren belum bisa dilakukan sampai petang kemarin. Pasalnya, material longsor memutus jalur menuju ke lokasi kejadian. 

‘’Tapi, masyarakat di RT 3 sudah mengungsi semua,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Total 27 kepala keluarga (KK) RT 3/RW 6 Dusun Duren telah mengungsi. Mereka terpaksa mengosongkan rumah karena khawatir terjadi longsor susulan. Sebab, kondisi tebing di dekat rumah mereka terus bergerak. 

‘’Warga mengungsi di tempat saudara dan tetangga terdekat,’’ ujar Tugino.

Sementara di RT 2/ RW 7 Dusun Blimbing, proses pencarian korban longsor terus dilakukan anggota TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Hingga petang kemarin, baru jasad Siti Kalimah dan Temu yang ditemukan. Sedangkan, jasad Fitri masih tertimbun material longsor.

Kasun Duren Muhammad Khoiri mengatakan, proses evakuasi korban longsor berjalan lamban. Sebab, keterbatasan alat. Pun cuaca tidak mendukung. Selain itu, warga juga dihantui longsor susulan karena tebing di belakang rumah terus berguguran. 

‘’Apabila belum ketemu, pencarian korban akan kami lanjutkan besok (hari ini, Red),’’ katanya.

Selain menelan korban jiwa, kejadian tanah longsor di Dusun Blimbing itu mengharuskan sekitar 9 kepala keluarga (KK) mengungsi dari rumah mereka masing-masing. 

Total tujuh rumah dikosongkan karena terdampak ancaman longsor. Mereka mengungsi di rumah tetangga untuk sementara waktu. 

‘’Tanah di rumah mereka juga retak-retak,’’ ungkap Khoiri.

(mn/her/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia