Senin, 28 May 2018
radarmadiun
icon featured
Features
Hobi Unik

Libur Kerja, Bayu Suseno Pilih Pergi ke Sungai Menumpuk Batu 

Jumat, 08 Dec 2017 16:15 | editor : Budhi Prasetya

rock balance

Bayu Suseno sesaat setelah berhasil menyusun dua gelas dan tumpukan batu dengan teknik rock balance. (Asta Yanuar/Radar Ponorogo)

Penasaran dan sempat tidak percaya dengan rock balance, Bayu Suseno kini malah ketagihan. Menumpuk batu atau benda lain agar seimbang dengan memanfaatkan titik tumpu gravitasi itu tengah digandrunginya. Kesabaran dan ketenangan jadi kuncinya. 

DENI KURNIAWAN, Ponorogo

SEORANG pemuda duduk bersila terlihat sibuk sambil menghadap meja. Jemari tangannya tenang memegangi gelas berisi kopi. 

Bukan untuk menghangatkan diri dari dinginnya udara lantaran saat itu turun hujan. Melainkan menyeimbangkan posisi dua gelas bergagang tersebut. 

Perlahan, sesekali dia mencoba melepaskan. Belum sampai 10 menit, bersandinglah susunan dua gelas yang sengaja diseimbangkan itu dengan beberapa batu yang telah ditumpuk sebelumnya. 

‘’Seni rock balance namanya,’’ ucap Bayu Suseno dengan wajah penuh lega setelah berhasil menyeimbangkan dua gelas tersebut.

Pemuda yang berdomisili di Jalan Sekar Putih, Kelurahan Tonatan, Ponorogo itu tengah gandrung dengan rock balance. Yakni seni menumpuk dan menyeimbangkan beberapa benda. 

Seni yang mulanya menumpuk-numpuk batu itu kini mulai merambah ke benda lain. Salah satunya menyeimbangkan gelas seperti yang dilakukan Bayu tersebut. Saat ini, uang koin dijadikan target untuk menyalurkan hobinya itu. 

‘’Mulai fokus main seperti ini sekitar setahun yang lalu,’’ terangnya.

Bukan perkara gampang menyusun batu hingga bertumpuk dan seimbang. Meski demikian, Bayu getol memelototi video rock balance di internet. 

Satu demi satu video diamatinya seksama lantas menjajalnya. Bayu mengingat, kali pertama mencoba rock balance saat ada waktu senggang di tempat kerja. 

‘’Penasaran awalnya,’’ kata pemuda yang bekerja di salah satu tempat pembibitan padi di Ponorogo.

Bayu terbilang pemuda dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Pun terbersit tebersit ketidakpercayaan di benaknya. Namun rasa ingin tahu plus rasa tidak percaya justru mendorongnya untuk membuktikan sendiri. 

‘’Saat tidak sengaja melihat video rock balance, di pikiran saya cuma bagaimana bisa batu ditumpuk-tumpuk dan seimbang tanpa bantuan apa pun,’’ ujarnya.

Satu demi satu batu berhasil ditumpuk seimbang olehnya. Keranjingan, Bayu mengaku sering pergi ke sungai di sekitaran Ponorogo saat libur kerja. Tujuannya, tidak lain untuk menumpuk batu agar seimbang. 

‘’Setahu saya rock balance belum begitu ramai di Ponorogo,’’ ujarnya.

Bungsu dua bersaudara pasangan Tuminah dan Parni itu mengaku ada kepuasan tersendiri saat berhasil menumpuk batu hingga seimbang. Tumpukan 10 batu dengan ukuran berbeda-beda, disebutnya sebgai rock balance tertinggi yang pernah dibuatnya. 

Dia mengakui masih pemula. Kendati demikian, perasaan lega sesuai merampungkan rock balance tampaknya telah menjadi candu baginya. 

‘’Ingin buat yang lebih tinggi lagi,’’ ujarnya.

Sedikit berbagi ilmu, Bayu menyebut kunci keberhasilan menumpuk batu hingga seimbang adalah kesabaran ketenangan. Yakni sabar dan tenang kala mencari titik tumpu gravitasi benda yang ditumpuk. 

Bisa dibilang mustahil memang, sengaja menumpuk batu hingga seimbang hanya memanfaatkan gravitasi bumi. ‘’Buktinya bisa, kuncinya tenang dan sabar saat mencari titik tumpu. Juga tidak boleh terburu-buru,’’ ungkap pemuda 25 tahun ini.

Bukan hanya kepuasan yang didapat Bayu selama menggeluti rock balance.  Ternyata juga berdampak baik bagi pekerjaannya. Dia mengklaim menjadi lebih tenang dan sabar saat bekerja. 

Tekanan pekerjaan yang biasanya membuat sejumlah orang uring-uringan, dilakoninya dengan sabar. Misal, saat ada petani yang rewel waktu menawarkan gabahnya. 

‘’Jadi lebih sabar dalam menghadapi berbagai macam karakter dan sifat,’’ ujarnya.***

(mn/mg8/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia