Senin, 25 Jun 2018
radarmadiun
icon featured
Pacitan

Trauma Bencana, Warga Pilih Mengungsi Saat Hujan Deras

Kamis, 28 Dec 2017 12:30 | editor : Budhi Prasetya

tanah longsor pacitan

Sebagian rumah warga Dusun Duren, Klesem, Kebonagung, rusak diterjang material longsor (Sugeng Dwi Nurcahyo/Radar Pacitan )

KEBONAGUNG - Peristiwa sedih bencana tanah longsor dan banjir akhir bulan November lalu tak urung masih membekas di ingatan sebagian besar warga Pacitan. Terlebih sedikitnya 25 warga menjadi korban jiwa dalam bencana tersebut.

Buktinya saat hujan deras disertai angin kencang Selasa malam lalu (26/12) puluhan kepala keluarga (KK) di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, mengungsi. Mereka mengaku waswas terjadi longsor susulan. 

Mengingat dampak siklon tropis Cempaka yang dituding jadi penyebab bencana bulan lalu itu merenggut tujuh nyawa warga desa setempat.

Kepala Desa Klesem Mohammad Mangsuri mengungkapkan, ada 704 KK atau sekitar 3.500 jiwa di desanya yang bermukim di wilayah rawan longsor. Mereka tersebar di tujuh dusun. Sehingga saat turun hujan deras, penduduk di dusun-dusun itu langsung mengungsi. 

‘’Warga masih trauma dengan bencana bulan lalu. Mereka khawatir terjadi longsor susulan. Apalagi muncul rekahan tanah di Dusun Duren yang mencapai 600 meter,’’ bebernya.

Selain di Dusun Duren, potensi longsor juga menghantui Dusun Telogo, Blimbing, Kendal, dan Krajan. Kondisi tanah di dusun-dusun itu banyak mengalami pergerakan. 

Misalnya saja di Dusun Telogo. Di sana muncul rekahan tanah sepanjang 400 meter. Retakan tanah membentang dari RT 2 hingga RT 3, menyebabkan jalan desa dan beberapa rumah warga rusak. 

‘’Bahkan rumah saya juga terdampak. Jadi, hanya Dusun Salam dan Ledok Kidul yang kondisinya aman dari ancaman longsor,’’ ungkap kades. 

Sebelumnya, pemerintah desa sudah melakukan pemetaan kawasan bencana pascabadai siklon tropis bulan lalu. Dari situ didapati sekitar 80 rumah warga berada di zona merah rawan longsor. 

Terdiri masing-masing 20 rumah warga di Dusun Kendal, Telogo, dan Duren. Lalu 17 rumah di Dusun Blimbing dan 15 rumah di Dusun Dadapan. 

‘’Sebanyak 119 rumah warga rusak akibat bencana longsor bulan lalu, 15 di antaranya sudah tidak lagi bisa ditempati. Kondisinya rata dengan tanah,’’ beber Mangsuri. 

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Windarto sempat menyebut nominal kerusakan akibat badai siklon tropis Cempaka bulan lalu yang mencapai Rp 1,02 triliun. Hanya, rekapitulasi itu masih hitungan sementara. Data terus diperbarui secara berkala. 

‘’Masih ada pendataan masjid dan perbankan yang belum masuk rekapitulasi,’’ jelasnya saat ditemui di Balai Desa Bangunsari, Selasa lalu.

(mn/jpk/her/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia