Sabtu, 23 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Santri Terkena DBD, Dinkes Lakukan Pengasapan

Jumat, 12 Jan 2018 18:58 | editor : Abdul Basri

MENGEPUL: Petugas kesehatan melakukan pengasapan di Pondok Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan.

MENGEPUL: Petugas kesehatan melakukan pengasapan di Pondok Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan. (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mewanti-wanti agar warga memperhatikan kebersihan lingkungan. Sebab, pada awal musim penghujan ini, banyak penyakit yang bisa menimpa masyarakat. Salah satunya demam berdarah dengue (DBD).

Saat ini ada beberapa daerah yang diketahui sudah terkena DBD. Salah satunya di Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan. Beberapa warga di daerah tersebut terpaksa harus dilarikan ke puskesmas terdekat akibat terindikasi terkena DBD.

Tim dinkes pun harus melakukan pengasapan. Seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Duko Timur, Kamis (11/1). Pengasapan dilakukan karena ada beberapa santri yang terkena DBD.

”Ada sekitar enam santri yang harus pulang karena terindikasi DBD,” ujar Khuzaimah Syam, salah seorang keluarga Pondok Pesantren Al-Huda Sumber Nangka kemarin.

Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey meminta warga menguras kamar mandi secara rutin, tidak membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya. Sebab lingkungan menjadi kotor dan jentik nyamuk mudah berkembang.

”Makanya, dari awal kami mewanti-wanti agar masyarakat menjaga kesehatan lingkungan. Khususnya di awal pergantian musim ini,” kata Ismail.

Meski ada warga yang terkena DBD, Ismail memastikan bahwa secara umum masih normal. Tidak ada potensi kejadian luar biasa (KLB) DBD. Tetapi, dia tetap meminta agar semua lapisan masyarakat waspada.

”Kalau potensi DBD saya pastikan belum ada. Yang terpenting masyarakat tetap menjaga kesehatan lingkungan,” tambahnya.

Ismail juga meminta apabila ada warga yang terkena DBD, segera melaporkan ke pihak terkait. Baik bidan desa ataupun puskesmas. ”Kalau perlu dilakukan pengasapan. Nanti tim akan turun ke lapangan,” janjinya. 

(mr/mam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia