Jumat, 22 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Dituduh Curi HP, Petani Dianiaya

Polres Amankan Satu Tersangka

Jumat, 12 Jan 2018 19:08 | editor : Abdul Basri

LEMAS: Suhai ketika mendapat perawatan di RSUD Sampang Selasa malam (9/11).

LEMAS: Suhai ketika mendapat perawatan di RSUD Sampang Selasa malam (9/11). (KASATRESKRIM POLRES SAMPANG  FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Main hakim sendiri tanpa alasan jelas masih saja terjadi. Kali ini menimpa Suhai, 39, warga Jalan Kramat I, Kelurahan  Karang Dalem, Kecamatan Sampang. Pria yang bekerja sebagai petani itu dituduh mencuri handphone (HP) dan tiba-tiba dianiaya orang tak dikenal.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (9/1) sekitar pukul 23.30 di Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dalem. Tohari, 33, yang tak lain adik korban, kaget ketika mendapat kabar bahwa kakaknya dianiaya orang.

Tohari baru mendapat kabar itu pukul 00.30 Rabu (10/1) dari Slamet, 25, yang merupakan saksi mata penganiayaan tersebut. Korban mengalami luka robek di dahi kiri, pelipis kiri, dan di atas telinga.

Berdasar pengakuan Suhai, dia dipukul seorang laki-laki yang tidak dikenal dengan palu besi. ”Korban dipukul karena dituduh mencuri HP milik terduga pelaku (Muzekki, Red) yang hilang seminggu lalu,” kata Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto kemarin (11/1).

Karena kondisi korban semakin lemas, akhirnya keluarga membawa Suhai ke RSUD Sampang dan mendapat perawatan intensif. Selanjutnya, mereka melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Sampang.

Terlapor adalah Muzekki, 30, pedagang, warga Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung. ”Kami amankan BB (barang bukti) sebuah palu dengan panjang 40 sentimeter terbuat dari besi dengan gagang terbuat dari karet hitam,” jelasnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Atas laporan tersebut, polres mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga meminta keterangan saksi dan pelapor. Karena dirasa sudah lengkap dan pengembangan mengarah kepada terduga, penyidik melakukan beberapa tindakan.

”Kami membuatkan visum. Lalu, mengamankan tersangka dan barang bukti,” pungkasnya. 

(mr/rul/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia