Sabtu, 26 May 2018
radarmadura
icon featured
Ekonomi Bisnis

Wereng Cokelat Bisa Turunkan Produksi Padi Hingga 10-50 Persen

Selasa, 16 Jan 2018 17:27 | editor : Abdul Basri

DEMI KELUARGA: Seorang petani menanam bibit padi di lahannya di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Selasa (15/1).     

DEMI KELUARGA: Seorang petani menanam bibit padi di lahannya di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Selasa (15/1).      (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Petani di sejumlah wilayah di Kota Salak sudah menanam padi. Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan mulai memberikan imbauan kepada petani. Salah satunya mewaspadai serangan wereng cokelat.

Kasubbag Program Dispertapahorbun Moeh. Ridhwan mengimbau petani waspada akan segala bentuk serangan hama yang bisa merusak tanaman padi. Sebab, itu sangat berdampak dan berpengaruh pada jumlah produksi. ”Bisa gagal panen. Makanya petani harus waspada,” imbaunya Selasa (15/1).

Menurut Ridhwan, serangan penyakit padi itu biasanya wereng cokelat, tikus, walang sangit, dan lainnya. ”Petani sebenarnya sudah tahu. Tapi, tidak boleh dianggap enteng,” sarannya.

Menurut Ridhwan, wereng cokelat termasuk hama paling banyak menyerang tanaman. Bahkan, bisa merusak tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman hingga tanaman kering. Juga, menimbulkan efek seperti terbakar pada daun padi.

”Selain itu, wereng cokelat juga bisa menyebar virus. Yakni, virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput,” terangnya.

Biasanya, kata Ridhwan, hama itu menyerang tanaman padi pada saat tanaman muda. Dampaknya, dalam sepuluh hari produktivitas panen bisa menurun antara 10 sampai 50 persen.

”Biasanya ketika sudah terserang, tanaman padi itu nanti mulai menguning, mengering, dan bisa mati,” imbuhnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muchlis Assuryani mendesak dispertapahorbun intens memberikan sosialisasi kepada petani. Terutama kepada kelompok tani (poktan).

”Kan banyak penyuluh di bawah. Itu harus digalakkan supaya petani kita tidak rugi ketika masa panen,” desaknya.

Untuk diketahui, Dispertapahorbun Bangkalan menarget produksi padi tahun ini mencapai 352.148 ton. Angka itu jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2016, produksi padi sebanyak 313.436,48 ton dan naik menjadi 324.963,82 ton pada 2017.

(mr/daf/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia