Sabtu, 23 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Pungli PKL Arjasa Diduga Libatkan Oknum Kecamatan

Selasa, 23 Jan 2018 00:23 | editor : Abdul Basri

RELOKASI: Salah seorang oknum kecamatan setempat diduga menarik pungli terhadap sejumlah PKL di sekitar alun-alun Kecamatan Arjasa.

RELOKASI: Salah seorang oknum kecamatan setempat diduga menarik pungli terhadap sejumlah PKL di sekitar alun-alun Kecamatan Arjasa. (FATHOR RAHMAN/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke alun-alun Kecamatan Arjasa diduga diwarnai pungutan liar (pungli). Salah seorang oknum kecamatan diduga meminta uang kepada sejumlah pedagang agar tetap bisa berjualan di sana. Jumlah pungutan bervariasi. Mulai Rp 200 ribu sampai Rp 300 tiap pedagang.

Para PKL selama bertahun-tahun berjualan di luar alun-alun. Relokasi tersebut terjadi saat ada pergantian camat Arjasa. Namun, tidak semua pedagang bisa berjualan di sana. Diduga, pedagang yang diperbolehkan berjualan di sana yakni yang sanggup membayar sesuai permintaan oknum tersebut.

Mustari, 43, warga setempat, membenarkan hal tersebut. Menurut dia, relokasi pedagang itu tidak cuma-cuma. Mereka diminta membayar uang kepada salah seorang oknum kecamatan. ”Setiap pedagang ada yang diminta Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu,” jelasnya Senin (22/1).

Dia mengungkapkan, adanya pungutan itu dikeluhkan sebagian pedagang. Mereka merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut. Sebab, sejak direlokasi, pendapatan mereka semakin minim. Terlebih, masih diminta bayaran oleh oknum kecamatan. Namun, mereka memilih tetap membayar.

Para pedagang tidak mengetahui sampai kapan mereka ditempatkan di alun-alun. Meskipun alun-alun adalah pusat keramaian, tempatnya tidak strategis. ”Para pedagang meminta ada lokasi yang lebih baik. Untuk pungutan, mereka tetap membayarnya kepada salah satu oknum,” katanya.

Di tempat terpisah, Camat Arjasa Ach. Farid Wadjdi membantah adanya pungli tersebut. Pihaknya mengaku tidak pernah menarik pungutan kepada pedagang. ”Tidak ada pungutan apa pun. Mereka dipindah karena tempat yang lama diperbaiki. Selanjutnya, mereka akan dipindah ke lokasi yang dibangun melalui dana CSR salah satu perbankan,” terangnya.

(mr/fat/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia