Sabtu, 26 May 2018
radarmadura
icon featured
Madura Events

Bupati Ajak Jaga Ciri Khas Ukiran Karduluk

Kamis, 01 Feb 2018 18:34 | editor : Abdul Basri

BANGGA: Bupati Sumenep A. Busyro Karim bersama istri, Nurfitriana Busyro Karim, dan jajaran Forkopimda Sumenep berfoto bersama para perajin ukir dalam kegiatan Sumenep Mengukir di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan Rabu (31/1).

BANGGA: Bupati Sumenep A. Busyro Karim bersama istri, Nurfitriana Busyro Karim, dan jajaran Forkopimda Sumenep berfoto bersama para perajin ukir dalam kegiatan Sumenep Mengukir di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan Rabu (31/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Kegiatan Sumenep Mengukir yang diselenggarakan di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, berlangsung meriah. Kegiatan yang dihadiri oleh 652 pengukir ini dihadiri ratusan pengunjung. Termasuk, Bupati Sumenep A. Busyro Karim terpukau melihat hasil ukiran khas Desa Karduluk tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, bupati didampingi istrinya, Nurfitriana Busyro Karim. Selain itu, hadir pula anggota forkopimda. Busyro mengapresiasi usaha panitia dalam menyelenggarakan acara itu. Dia menilai, kegiatan tersebut merupakan bukti kepedulian pemerintah kepada para pengukir.

”Terima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan kegiatan ini. Saya kira adalah langkah cerdas saat awal tahun kita mengadakan kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

MELEK INFORMASI: Kepala Disparbudpora Sumenep Sufiyanto membaca koran Jawa Pos Radar Madura di lokasi kegiatan Sumenep Mengukir di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan Rabu (31/1).

MELEK INFORMASI: Kepala Disparbudpora Sumenep Sufiyanto membaca koran Jawa Pos Radar Madura di lokasi kegiatan Sumenep Mengukir di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan Rabu (31/1). (MUSTAJI/Radar Madura/JawaPos.com)

Busyro mengungkapkan bahwa ukiran dari Karduluk tidak hanya dinikmati masyarakat di Madura saja. Tetapi, sudah menyebar ke seluruh penjuru Indonesia, bahkan ke luar negeri. Dia mengajak seluruh pengukir dan organisasi perangkat daerah (OPD) bahu-membahu membuat produk ukir Karduluk lebih mendunia.

”Ketika saya berkunjung ke kabupaten-kabupaten, bahkan kabupaten yang juga terkenal dengan gaya ukirannya yang sudah dikenal masyarakat luas, ternyata tidak jarang mendatangkan ukiran dari Karduluk. Ini sebuah prestasi bagi kita,” kata bupati dua periode tersebut.

Busyro ingin para pengukir di Karduluk tetap menjaga ciri khasnya. Menurut dia, hal tersebut bertujuan menjadikan produk ukir sebagai salah satu identitas daerah. Selain itu, dia ingin Karduluk menjadi nama produk ukir yang dikenal oleh para penikmat seni ukir.

” Ke depan tantangan lebih besar. Sebab, di mana-mana sekarang sudah tumbuh pengukir- pengukir profesional. Jadi, saya harap ciri khas Karduluk harus dijaga, jangan sampai terpengaruh dengan ukiran dari luar. Berkreasi boleh, tapi produk kita harus membuat penikmat ukir tahu kalau ini ukiran dari Karduluk, tanpa harus dijelaskan,” ucapnya.

Ketua DPRD dua periode itu juga mengaku bangga dengan banyaknya pemuda yang sudah terjun menjadi pengukir. Menurut dia, para pengukir muda inilah yang akan menjadi penerus dan menjaga seni ukir sebagai salah satu identitas daerah.

”Saya sudah melihat sendiri, banyak pemuda yang sudah menekuni dunia ukir. Saya bangga kepada mereka semua. Mari kita jadikan seni ukir di Karduluk sebagai identitas Sumenep. Karduluk untuk Sumenep, Karduluk untuk Indonesia, dan Karduluk untuk dunia,” pungkasnya.

(mr/aji/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia