Sabtu, 26 May 2018
radarmadura
icon featured
Madura Events

Rencanakan Bangun Galeri dan Sentra Ukir

Kamis, 01 Feb 2018 18:36 | editor : Abdul Basri

KERJA BAGUS: Bupati Sumenep A. Busyro Karim bersama istri, Nurfitriana Busyro Karim, berfoto bersama panitia event Sumenep Mengukir di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Rabu (31/1).

KERJA BAGUS: Bupati Sumenep A. Busyro Karim bersama istri, Nurfitriana Busyro Karim, berfoto bersama panitia event Sumenep Mengukir di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Rabu (31/1). (IMAM HIDAYATULLAH FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Setelah menggelar Sumenep Mengukir, pemkab semakin bergairah untuk mengembangkan seni ukir di Desa Karduluk. Bahkan, dinas pariwisata, kebudayaan, pemuda, dan olahraga (disparbudpora) berencana membangun galeri dan sentra ukir di desa setempat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disparbudpora Sumenep Sufiyanto. Menurut dia, potensi seni ukir di Desa Karduluk sangat bisa dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Pemkab akan terus mendorong untuk mengembangkan warisan budaya tersebut.

”Orang Karduluk sendiri mengatakan, bagi mereka mengukir adalah sejarah, mengukir adalah budaya, mengukir adalah penghidupan, mengukir adalah masa depan. Karena itu, mereka kami motivasi agar terus melestarikan budaya mengukir ini agar ke depannya tidak suram,” ucapnya.

KEKAYAAN DAERAH: Bupati Sumenep A. Busyro Karim bersama istri, Nurfitriana Busyro Karim, berbincang dengan para pengukir.

KEKAYAAN DAERAH: Bupati Sumenep A. Busyro Karim bersama istri, Nurfitriana Busyro Karim, berbincang dengan para pengukir. (VIVIN AGUTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

Sofi, panggilan Sufiyanto, menjelaskan bahwa seni ukir di Desa Karduluk bisa masuk dalam kategori pariwisata minat khusus. Di Sumenep, kata dia, ada beberapa sektor pariwisata minat khusus. ”Wisata minat khusus ini bisa bermacam-macam. Mengukir, membatik, pembuatan garam, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurut dia, seni ukir di Karduluk memiliki keunikan yang membuatnya spesial. Selain motif ukiran, warna menjadi ciri khas yang tidak ditemukan di daerah lain. ”Motif khas dan warna. Warna ukir kita berbeda dengan daerah lain. Selain itu, motif bunga yang tidak pernah lepas dari hasil ukiran kita,” kata dia.

Sofi juga mengapresiasi generasi muda yang masih melestarikan seni ukir yang diwariskan secara turun-temurun itu. Dia mengajak para pengukir selalu menjaga kualitas hasil ukirannya. ”Karena dengan bagitu saya yakin ukiran  dari Karduluk bisa melebihi ukiran dari daerah lain,” tandasnya.

(mr/aji/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia