Sabtu, 26 May 2018
radarmadura
icon featured
Ekonomi Bisnis

Aliansi Masyarakat Garam Tolak Rencana Impor

Sabtu, 10 Feb 2018 19:35 | editor : Abdul Basri

TOLAK IMPOR: Petani garam menyampaikan aspirasi penolakan rencana impor garam di ruangan Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma, Jumat (9/2).

TOLAK IMPOR: Petani garam menyampaikan aspirasi penolakan rencana impor garam di ruangan Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma, Jumat (9/2). (FATHOR RAHMAN/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Sejumlah petani yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Garam (AMG) mendatangi kantor DPRD Sumenep kemarin (9/2). Mereka menyampaikan aspirasi penolakan terhadap impor garam.

”Kami menolak kebijakan tersebut karena akan berpengaruh besar kepada harga garam rakyat,” terang Koordinator AMG Ubaidillah.

Pada saat impor masih direncanakan, harga garam lokal sudah turun. Per ton yang sebelumnya Rp 2,7 juta menjadi Rp 2 juta. Imbas rencana itu menyebabkan empat perusahaan swasta tutup gudang. Dengan demikian, stok produksi pada 2017 seberat 15 ribu ton belum terserap.

Ubed –panggilan Ubaidillah– menyatakan, petani sudah tertekan sebelum 2020. Sebab, dua tahun lagi pemerintah akan memberlakukan swasembada garam. Impor garam itu dikhawatirkan menggagalkan rencana presiden itu.

Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma mendukung penolakan petani dan akan menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah pusat. ”Memang akan berpengaruh pada harga garam rakyat,” katanya.

Dirut PT Garam Budi Sasongko mengaku, akan fokus pada penyerapan garam rakyat untuk kebutuhan konsumsi. Hasil produksi tahun lalu, kebutuhan garam konsumsi 2018 masih cukup di Indonesia.

”Saya belum mengetahui pasti rencana garam impor itu garam konsumsi apa garam industri. Kalau untuk garam industri sebaiknya ditahan dulu,” ucapnya.

(mr/fat/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia