Senin, 25 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Ekonomi Bisnis

Demo Penolakan Impor Garam Ricuh

Sabtu, 10 Feb 2018 19:38 | editor : Abdul Basri

BERSITEGANG: Aktivis PMII terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian saat aksi demo tolak impor garam di Kantor DPRD Pamekasan, Jumat (9/2).

BERSITEGANG: Aktivis PMII terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian saat aksi demo tolak impor garam di Kantor DPRD Pamekasan, Jumat (9/2). (PRENGKI WIRANANDA/Raadr Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Gelombang penolakan terhadap rencana impor garam terus mengalir. Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi di Kantor DPRD Pamekasan, Jumat (9/2). Mereka meminta pemerintah menolak rencana impor 3,7 juta ton garam.

Ketua PC PMII Pamekasan Fadil mengatakan, mahasiswa dan masyarakat tegas menolak impor garam. Kebutuhan secara nasional hanya 4,4 juta ton dan produksi lokal 2,2 juta ton. Jika pemerintah mengimpor 3,7 juta ton, akan kelebihan garam 1,7 juta ton.

Kelebihan itu akan membunuh perekonomian masyarakat petani. Garam dari luar negeri itu dikabarkan bakal masuk Pamekasan. ”Impor garam harus ditolak,” katanya.

JATUH: Ketua PC PMII Pamekasan Fadil muntah usai aksi saling dorong dengan aparat kepolisian.

JATUH: Ketua PC PMII Pamekasan Fadil muntah usai aksi saling dorong dengan aparat kepolisian. (PRENGKI WIRANANDA/Raadr Madura/JawaPos.com)

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, tuntutan mahasiswa sudah ditindaklanjuti. Dewan meminta gubernur tidak merekomendasi bongkar muat garam asal Australia itu yang masuk Pelabuhan Tanjung, Perak, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Dewan juga akan berkunjung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan kementerian lain untuk menindaklanjuti penolakan impor garam tersebut. ”Kami berada di pihak masyarakat. Kami juga tidak ingin ada impor garam,” katanya.

Direktur Operasional PT Garam Hartono mengatakan, impor garam itu masih sebatas rencana. Belum diputuskan apakah impor 3,7 juta ton akan direalisasikan atau ada angka lain. Sebab, masih terjadi perdebatan lintas kementerian mengenai jumlah garam yang harus diimpor. Versi KKP, Indonesia cukup mengimpor 2,2 juta ton. ”Masih akan dirapatkan di lintas kementerian di DPR,” tandasnya.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia