Sabtu, 26 May 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Pekan Depan Sidang Kasus Guru Budi

Senin, 12 Feb 2018 01:41 | editor : Abdul Basri

MENAHAN LARA: Sianit Sinta lebih banyak terlihat merenung setelah sang suami Achmad Budi Cahyanto berpulang.

MENAHAN LARA: Sianit Sinta lebih banyak terlihat merenung setelah sang suami Achmad Budi Cahyanto berpulang. (GHINAN SALMAN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Aparat penegak hukum bergerak cepat menuntaskan kasus yang menjadikan siswa SMAN 1 Torjun berinisial HZF sebagai tersangka. Berkas perkara yang dilimpahkan ke kejaksaan telah dinyatakan lengkap. Jika tidak ada kendala, pekan depan akan menggelinding ke pengadilan.

Berkas perkara penganiayaan hingga mengakibatkan guru honorer SMAN 1 Torjun Achmad Budi Cahyanto meninggal dunia itu dilimpahkan ke Kejari Sampang, Selasa (6/2). Keesokan harinya berkas tersebut dikembalikan. Penyidik kemudian melengkapi kekurangan dengan nemambah saksi dan pasal.

Saksi yang dimintai keterangan penyidik Polres Sampang bertambah lima menjadi 16 orang. Mereka terdiri atas siswa, guru, keluarga korban, dan dokter RSUD dr Soetomo, Surabaya. Empat guru, tujuh siswa, empat dokter, dan Sianit Sinta, istri almarhum.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto mengatakan, sebelumnya digunakan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan hingga mengakibatkan kematian. Kemudian ditambah pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. ”Tahap dua Selasa (13/2) kami limpahkan berkas dan tersangka ke kejari,” terangnya Minggu (11/2).

Perwira pertama tiga balok emas di pundaknya itu menambahkan, perkara itu ditangani cepat karena pelaku masih di bawah umur. ”Kami menggunakan pasal 338 KUHP subsider pasal 351 ayat 3. Kami tegaskan akan menjalankan sesuai prosedur,” terangnya.

Humas Kejari Sampang Joko Suharyanto mengatakan, berkas perkara kasus yang melibatkan tersangka HFZ sudah lengkap. Pihaknya masih menunggu dari kepolisian untuk pelimpahan tahap dua. ”Kalau nggak Selasa (13/2) ya Rabu (14/2) polisi (pelimpahan) tahap dua,” ujarnya. ”Intinya, kami tinggal menunggu pelimpahan berkas dan pelaku,” imbuhnya.

Setelah berkas dan pelaku diterima, pihaknya akan bergerak cepat melimpahkan ke PN Sampang untuk proses persidangan. Pekan depan kemungkinan disidangkan. ”Kami langsung proses, lalu dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kasi intel kejari itu.

Kasus penganiayaan siswa kelas XII IPS SMAN 1 Torjun berinisial HZF terhadap Achmad Budi Cahyanto terjadi Kamis (1/2). HZF tidak mengikuti arahan guru dan justru mengganggu teman-temannya. Remaja 17 tahun itu mencoret-coret lukisan teman-temannya.

Ketika ditegur, anak kepala pasar itu tak menghiraukan. Budi menyanksi dengan memoleskan cat ke pipinya sesuai perjanjian. HZF tidak terima dan memukul sang guru. Budi kemudian mengambil kertas presensi, lalu memukulkannya ke arah korban.

HZF menangkis dan memukul guru. Pukulan tersebut mengenai pelipis kanan dan mengakibatkan guru yang juga musisi itu terjatuh. Korban meninggal dunia di RSUD dr Soetormo. HZF ditetapkan sebagai tersangka dan dititipkan di Rutan Kelas II-B Sampang.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia