Minggu, 27 May 2018
radarmadura
icon featured
Sampang

Mendikbud Pimpin Upacara di SMAN Torjun

Senin, 12 Feb 2018 01:42 | editor : Abdul Basri

SIAP: Tim protokoler Kemendikbud tinjau kantor JPRM Biro Sampang sebelum kedatangan Mendikbud Muhadjir Effendy.

SIAP: Tim protokoler Kemendikbud tinjau kantor JPRM Biro Sampang sebelum kedatangan Mendikbud Muhadjir Effendy. (HENDRIYANTO/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy Senin (12/2) berkunjung ke Sampang. Ada lima agenda yang dilakukan MuhadjirdiKota Bahari.Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malangitu terlebih dahulu akanke SMAN 1 Torjun untuk menjadi pembina upacara.

Setelah itu, agenda pria asal Madiun tersebut bergeser ke Pondok Pesantren Darussalam. Lalu, menuju rumah duka almarhum Achmad Budi Cahyanto. ”Selanjutnya, Pak Menteri ke SMPN 1 Sampang. Di sana akan memberikan pengarahan,” ucap Kepala Disdik Sampang M. Jupri Riyadi Minggu (11/2).

Muhadjir juga akan memberikan pengarahan kepada sekitar 500 kepala sekolah dari semua jenjang pendidikan di Sampang. Pengarahan berlangsung di gedung PKP RI. ”Terakhir, Pak Menteri akan mendatangi kantor Jawa Pos Radar Madura di Sampang. Sebelum kembali ke Jakarta,” tuturnya.

Mendikbud akan memberikan pengarahan tentang pendidikan karakter. Penguatan karakter dilakukan bukan karena ada peristiwa murid pukul guru. ”Tetapi, karena Pak Menteri pernah didemo habis-habisan lantaran mengeluarkan permen penguatan karakter. Yang selama ini disebut full day school,” katanya.

Sejatinya, kata Jupri, aturan full day school tersebut bukan soal lima hari kerja. Namun, bagaimana guru di luar tugas mengajar juga memberikan pembenahan dan pendidikan karakter kepada anak didik. ”Sebelum peristiwa Budi terjadi, dari dulu Pak Menteri kalau ke daerah selalu meminta agar kepala sekolah memperkuat pendidikan karakter. Juga mendatangi ponpes-ponpes di daerah,” jelasnya.

Kepala JPRM Biro Sampang Hendriyanto mengatakan, kunjungan Mendikbud Muhadjir Effendy ke kantor JPRM Biro Sampang adalah bersilaturahmi. Muhadjir juga berencana menggelar press realese di kantor media cetak terbesar di Madura itu. ”Sebagai pekerja media, kami berkomitmen untuk turut andil serta membantu kemajuan pendidikan di Sampang dan Madura,” terangnya.

Kasus penganiayaan siswa kelas XII IPS SMAN 1 Torjun berinisial HZF terhadap Achmad Budi Cahyanto terjadi Kamis (1/2). HZF tidak mengikuti arahan guru dan justru mengganggu teman-temannya. Remaja 17 tahun itu mencoret-coret lukisan teman-temannya.

Ketika ditegur, anak kepala pasar itu tak menghiraukan. Budi menyanksi dengan memoleskan cat ke pipinya sesuai perjanjian. HZF tidak terima dan memukul sang guru. Budi kemudian mengambil kertas presensi, lalu memukulkannya ke arah korban.

HZF menangkis dan memukul guru. Pukulan tersebut mengenai pelipis kanan dan mengakibatkan guru yang juga musisi itu terjatuh. Korban meninggal dunia di RSUD dr Soetormo. HZF ditetapkan sebagai tersangka dan dititipkan di Rutan Kelas II-B Sampang.

(mr/ghi/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia