Senin, 25 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pemkab Sumenep Suguhi TGB Toleransi Beragama

Selasa, 13 Feb 2018 00:15 | editor : Abdul Basri

BERSEJARAH: Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi memberikan tanda mata kepada Bupati A. Busyro Karim dalam silaturahmi ulama di Pendapa Keraton Sumenep Senin (12/2).

BERSEJARAH: Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi memberikan tanda mata kepada Bupati A. Busyro Karim dalam silaturahmi ulama di Pendapa Keraton Sumenep Senin (12/2). (MUSTAJI/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) melanjutkan perjalanan ke Sumenep. Kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan ulama dan pimpinan pemerintah di Bumi Sumekar.

Kegiatan itu dihadiri ulama dan anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Bupati A. Busyro Karim mengucapkan selamat datang kepada tamu kehormatan tersebut. Menurut dia, silaturahmi antara gubernur NTB dengan Pemkab Sumenep sudah terjalin sejak lama.

”Saya dulu sudah pernah berkunjung ke kediaman TGB di NTB. Bahkan beliau mengundang saya untuk menjadi tamunya. Itu merupakan kehormatan bagi saya,” ucapnya.

Menurut Busyro, kekaguman terhadap TGB bukan hanya dari jabatan yang diemban sebagai gubernur. TGB adalah satu-satunya gubernur yang dia tahu hafal Alquran. ”Ini suatu yang luar biasa bagi saya,” kata dia.

Selain itu, bupati sempat menjelaskan mengenai toleransi antarumat beragama di Sumenep. Sumenep merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. ”Bahkan di Sumenep ini ada satu desa yang memiliki tiga tempat ibadah dari tiga agama berbeda dan letaknya bersebelahan. Yang lebih menyejukkan hati adalah masyarakatnya hidup berdampingan dengan damai,” papar mantan ketua DPRD Sumenep itu.

Busyro berharap silaturahmi yang sudah terjalin ini terus terjaga. Dia meminta TGB bersedia menyampaikan tausiyah untuk seluruh hadirin. Dalam ceramahnya, TGB menyampaikan terima kasih kepada bupati Sumenep atas sambutan hangat yang dia rasakan.

Dia juga bercerita mengenai pemimpin yang amanah dan pemerintahan yang baik. Menurut TGB, suatu daerah tidak akan pernah makmur selama pemerintahnya belum benar. Dia mengungkapkan, bangunan yang kokoh, tata nilainya juga kokoh. Dalam kehidupan, suatu daerah yang maju berawal dari pemerintah yang juga berpikir maju.

”Daerah yang subur, baik dan berkah, pasti juga berawal dari pemerintah yang baik dan berdasar pada hukum yang baik dan menjunjung nilai-nilai luhur,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan bahwa maksud silaturahminya semata untuk mencari rida Allah. Dia juga ingin saling menimba ilmu dengan para ulama dan umara di Sumenep. Dia berdoa, semoga Sumenep menjadi salah satu daerah yang dikategorikan sebagai daerah yang baldatun tayyibatun warabbun ghafur.

(mr/aji/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia