Senin, 25 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

SKK Migas-KEI Salurkan CSR Rp 1,6 M untuk Warga Sapeken

Selasa, 13 Feb 2018 19:08 | editor : Abdul Basri

BERSINERGI: Bupati A. Busyro Karim menandatangani berita acara pelaksanaan program TJS 2017 dan sinkronisasi program TJS 2018 di Surabaya Kamis (8/2).

BERSINERGI: Bupati A. Busyro Karim menandatangani berita acara pelaksanaan program TJS 2017 dan sinkronisasi program TJS 2018 di Surabaya Kamis (8/2). (HARI KURNIAWAN/Radar Madura/JawaPos.com)

SURABAYA – SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) kembali menyalurkan dana tanggung jawab sosial (TJS) untuk daerah sekitar operasi migas. Yakni, Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken. Tahun ini, dana coorporate social responsibility (CSR) yang disalurkan senilai Rp 1,6 miliar. Hal itu diketahui saat penandatanganan berita acara pelaksanaan program TJS 2017 dan sinkronisasi program TJS 2018 di Surabaya Kamis (8/2).

Dalam rakor tersebut diketahui, dana TJS 2017 yang dianggarkan Rp 1.630.180.000. Sementara yang terserap Rp 1.606.554.700 atau sekitar 99 persen. Menurut Manager PGA KEI Hanip Suprapto, dana yang tidak terserap berasal dari alokasi pendidikan. ”Ada penerima beasiswa yang tidak mengajukan proposal,” paparnya di depan peserta rakor.

Meski anggaran tahun lalu tidak terserap semua, tahun ini dana TJS kembali dianggarkan dengan nominal relatif sama. Tahun ini, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1.632.120.000. Anggaran tersebut dibagi untuk beberapa bidang. Mulai dari pendidikan, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan dan kebudayaan. (lihat Tabel)

Presiden KEI Hirotaka Tanaka berharap, TJS yang disalurkan ke daerah sekitar di wilayah Kecamatan Sapeken tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ”Kami sangat bangga program TJS 2017 berjalan sukses. Kami berharap pelaksanaan yang akan datang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan infrastruktur, ekonomi, yang tetap selaras dengan lingkungan,” ungkap pria asal Jepang itu.

Di tempat yang sama, Wabup Sumenep Achmad Fauzi yang juga menjabat sebagai ketua Komite PPO Sumenep mengatakan, TJS merupakan program rutin. Namun, setiap tahun harus lebih baik. ”TJS atau CSR ini diharapkan mendorong percepatan pembangunan di kepulauan. Kuncinya, ada sinergi dengan Pemkab Sumenep,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengingatkan supaya tidak ada tumpang tindih antara program TJS dengan program yang didanai APBD. Bupati juga meminta evaluasi kegiatan TJS tidak hanya dilakukan pada akhir tahun anggaran. Tetapi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga kegiatan selesai senantiasa dievaluasi.

”Jangan sampai TJS masuk juga pada kegiatan yang sudah ada di dinas. Baik kegiatan yang bersumber dari APBD, APBD provinsi, maupun APBN,” pesan bupati dalam rakor yang dihadiri Senior Manager Humas SKK Migas Jabanusa Doni Ariyanto, Presiden KEI Hirotaka Tanaka, Executive Vice President KEI Farid J Gafar, VP Public Governor Affair Hardino, Camat Sapeken Moh. Sahlan, para kepala desa, dan sejumlah tomas migas.

Untuk diketahui, rakor yang digelar SKK Migas, KEI, dan Komite PPO mengagendakan laporan pelaksanaan TJS 2017 dan sinkronisasi rencana TJS 2018, juga dilakukan penandatanganan serah terima program kelistrikan di Pulau Raas. Di mana, pihak KEI melalui dana TJS membangun sejumlah tiang listrik untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai kebutuhan masyarakat kepulauan.

Senior Manager Humas SKK Migas Jabanusa Doni Ariyanto mengingatkan seluruh pihak agar mendukung kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi migas. ”Kami berharap TJS dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia