Selasa, 19 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Oknum Kiai Hadi Dituntut 3,5 Tahun

Jumat, 16 Feb 2018 00:38 | editor : Abdul Basri

TEGANG: Terdakwa KH Mahrus A. Hadi hadir dalam sidang tuntutan perkara dugaan penipuan umrah di PN Bangkalan, Kamis (15/2).

TEGANG: Terdakwa KH Mahrus A. Hadi hadir dalam sidang tuntutan perkara dugaan penipuan umrah di PN Bangkalan, Kamis (15/2). (BAHRUL ULUM/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Sidang dugaan penipuan umrah dengan terdakwa KH Mahrus A. Hadi terus menggelinding. Jaksa pentuntut umum (JPU) membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, Kamis (15/2). Terdakwa asal Desa Langkap, Kecamatan Burneh, itu dituntut tiga tahun enam bulan atau 3,5 tahun.

JPU menuntut terdakwa dengan pasal 378 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan. Sidang tersebut dipimpin Hakim Ketua Bambang Trenggono.

Jaksa Anis mengatakan, tuntutan hukuman penjara tiga tahun enam bulan dikurangi masa tahanan itu sudah ideal. Hal itu sesuai dengan fakta persidangan yang telah digelar beberapa kali.

Anis mengungkapkan, ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa. Di antaranya, merugikan orang lain, meresahkan masyarakat, dan tidak menjadi suri teladan kepada warga. Sebab, terdakwa sebagai pengasuh pondok pesantren. ”Hal-hal yang meringankan, terdakwa tidak pernah dihukum dan kooperatif,” terangnya.

Sidang selanjutnya agenda pleidoi atau pembelaan terdakwa. Menurut Anis, penasihat hukum terdakwa merasa keberatan dengan tuntutan yang telah dibacakan jaksa. ”Berikutnya pleidoi,” ujarnya.

Ansorul selaku penasihat hukum (PH) KH Mahrus A. Hadi mengaku keberatan dengan tuntutan JPU. Sebab, kliennya selalu kooperatif. Selain itu, ada iktikad baik dari KH Mahrus A. Hadi. Kliennya akan mengembalikan uang atas kerugian para korban.

”Meskipun nantinya klien kamu diputus bersalah, akan tetap melakukan pengembalian kepada korban,” katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya fokus mengumpulkan dan menyusun materi pembelaan. ”Kami masih akan menyusun materi-materi pleidoi dulu,” imbuhnya.

Untuk diketahui, MA diduga melakukan penipuan terhadap 20 orang yang akan berangkat umrah. Hasil tindak penipuan itu mencapai Rp 380 juta. Rabu (11/10/2017), polres meringkus pelaku di rumah makan di Jalan Soekarno-Hatta Bangkalan.

Polres melimpahkan berkas tahap pertama ke kejari Selasa (7/11). Selasa (21/11), jaksa menyatakan P19 (belum lengkap) dan dikembalikan ke polres. Kamis (30/11), polres kembali melimpahkan berkas tersebut ke kejari. Rabu (6/12), jaksa menyatakan P21. Selanjutnya, polres melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejari, Kamis (7/12).

(mr/bam/onk/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia