Jumat, 22 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Sastra & Budaya

Wajib Bahasa Madura Nilai Tak Perlu Tunggu Perbup

Rabu, 21 Feb 2018 17:53 | editor : Abdul Basri

PULANG SEKOLAH: Dua siswa sedang menunggu jemputan orang tua di depan SDN Pangarangan V Senin (19/2).

PULANG SEKOLAH: Dua siswa sedang menunggu jemputan orang tua di depan SDN Pangarangan V Senin (19/2). (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi angkat bicara terkait rencana penerapan wajib bahasa Madura di sekolah. Orang nomor dua di Bumi Sumekar itu menyambut baik rencana tersebut. Bahkan, menurut dia, wajib bahasa Madura sudah bisa diterapkan.

Fauzi menerangkan, penerapan wajib bahasa Madura bisa melalui surat edaran (SE) dari dinas pendidikan (disdik). Hal itu berlaku sebelum peraturan bupati (perbup) tentang wajib bahasa Madura turun. Peraturan tersebut memang harus disusun dulu.

”Ada keinginan di hari-hari tertentu memang mempergunakan bahasa Madura. Tapi memang harus ada perbup yang dibuat,” kata Fauzi. ”Itu sebenarnya bisa saja dibuat kebiasaan aturan sekolah,” tambahnya.

Dia menjelaskan, banyak sekolah lain yang memiliki model penerapan wajib bahasa tertentu. Baik bahasa Inggris atau bahasa lainnya. Model-model seperti itu bisa juga diterapkan di seluruh sekolah di Kota Keris.

”Model sekolah lain banyak lah. Misalnya, Senin bahasa Madura Selasa bahasa Inggris. Itu saya rasa bisa dilaksanakan di lingkup sekolahan,” tegasnya.

Fauzi menambahkan, penerapan wajib bahasa Madura itu bergantung pada keinginan sekolah. Bagaimana sekolah mengkreasikan kebiasaan bahasa Madura setiap hari. Tinggal pihak sekolah menentukan jadwal kapan para siswa dan seluruh warga sekolah berbahasa Madura dan bahasa-bahasa lain.

Pernyataan Wabup itu sekaligus sebagai jawaban pernyataan Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan. Iksan menyatakan tidak bisa menerapkan wajib bahasa Madura secara maksimal. Sebab, saat ini belum ada perbup tentang wajib bahasa Madura.

”Nanti kalau sudah perbupnya turun, baru nanti kami akan sidak ke lapangan atau ke sekolah terhadap wajib bahasa Madura,” tegasnya.

Wajib bahasa Madura disepakati antara Disdik Sumenep dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep. Kedua pihak sepakat menerapkan wajib bahasa Madura untuk sekolah dasar (SD) dan ditambah wajib bahasa Inggris untuk SMP dan SMA sederajat.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia