Sabtu, 23 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Gagal Endus Bandar Narkoba, Hanya Amankan Pengguna

Kamis, 22 Feb 2018 11:37 | editor : Abdul Basri

JANGAN DICONTOH: Imam, tersangka narkoba (tengah) saat diamankan di Polsek Sukolilo, Selasa (20/2).

JANGAN DICONTOH: Imam, tersangka narkoba (tengah) saat diamankan di Polsek Sukolilo, Selasa (20/2). (POLRES BANGKALAN FOR Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Polisi kembali menciduk satu tersangka narkoba bernama Imam, 39, warga Desa Sendang Laok, Kecamatan Labang. Sayangnya, Korps Bhayangkara itu gagal menangkap pengecer dan bandar barang haram tersebut.

Ceritanya, Selasa (20/2) sekitar pukul 11.00, anggota Reskrim Polsek Sukolilo mendapatkan informasi bahwa di rumah Imam sering dijadikan tempat mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Polisi langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Setibanya di lokasi, Imam hendak keluar rumah dengan mengendarai motor Vario dengan nomor polisi (nopol) B 4889 TML. Karena menunjukkan gelagat mencurigakan, polisi langsung melakukan penyergapan.

Polisi menemukan sabu-sabu yang ada di genggaman Imam. Polisi kemudian mengamankan Imam bersama barang bukti (BB) ke Polsek Sukolilo.

Kepada polisi, Imam mengakui perbuatannya. Selanjutnya semua barang bukti dan tersangka dilimpahkan ke Polres Bangkalan. Berdasarkan hasil tes urine di RSUD Syamrabu, Imam positif narkoba.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menyatakan, polisi sudah menangkap Imam. ”Itu kasus narkoba. Kami sudah menetapkan Imam sebagai tersangka,” terangnya Rabu (21/2).

Bidarudin menyebut, BB yang diamankan polisi di antaranya satu buah plastik klip kecil diduga berisi sabu-sabu seberat 0,54 gram dan satu buah alat isap berupa bong. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario nopol B 4889 TML.

Dari siapa Imam mendapatkan sabu-sabu? Bidarudin enggan membeberkan identitas penyuplai barang haram itu kepada tersangka. Alasannya, demi kelancaran pengembangan kasus tersebut.

”Kami sudah kantongi identitasnya. Saat ini kami terus melakukan pengembangan. Doakan saja bisa ditangkap,” klaimnya.

Bidarudin menambahkan, akibat perbuatannya, Imam dijerat pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatanya dengan hukuman pidana,” pungkasnya.

(mr/bam/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia