Selasa, 19 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Sampang

Kades Minta Saluran Irigasi Bendungan Nepa Ditutup

Kamis, 22 Feb 2018 20:16 | editor : Abdul Basri

DIKELUHKAN : Seorang warga Desa Tebanah, Kecamatan Banyuates, berada di sekitar proyek saluran irigasi Rabu (21/2).

DIKELUHKAN : Seorang warga Desa Tebanah, Kecamatan Banyuates, berada di sekitar proyek saluran irigasi Rabu (21/2). (RUSYDI ZAIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Sejumah pihak khawatir dengan proyek irigasi Bendungan Nepa. Kepala Desa (Kades) Tebanah, Kecamatan Banyuates, Nur Ali meminta saluran irigasi tersebut ditutup. Alasannya,  dianggap membahayakan warga, terutama anak-anak.

Nur Ali menuturkan, proyek irigasi dikeluhkan karena kedalaman saluran lebih dari satu meter. ”Saluran irigasi ini banyak yang terbuka. Kami harap supaya itu ditutup karena membahayakan,” pintanya Rabu (21/2).

Nur Ali mendesak rekanan mengerjakan proyek tersebut dengan baik. Dengan demikian, manfaatnya lebih lama dirasakan oleh masyarakat terdampak di sekitar proyek tersebut.

”Kami akan memberikan masukan nanti. Karena jika terbuka, saluran itu bikin waswas,” ujarnya.

Mengenai pembebasan lahan yang banyak dipermasalahkan warga, Nur Ali berjanji segera mengatasinya dengan cara yang baik. Sebab, pihaknya tidak ingin ada konflik berkepanjangan dalam pelaksanaan proyek irigasi Bendungan Nepa tersebut.

”Memang banyak yang tak terima dan laporan kepada kami atas harga tanah yang dibebaskan untuk proyek irigasi itu,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Jati Wangi H Nuri selaku rekanan mengungkapkan, proyek saluran irigasi sudah dikerjakan sesuai dengan spek dan petunjuk pelaksanaan (juklak) serta petunjuk teknis (juknis). Menurut dia, untuk saluran tersebut memang ada dua model, yaitu tertutup dan terbuka.

”Di juknisnya, ada yang terbuka dan tertutup. Kalau jalan raya itu tertutup,” jelasnya.

Karena itu, Nuri tidak bisa lantas mengikuti keinginan warga setempat. Sebab, jika itu dilakukan, akan menyalahi ketentuan yang sudah ada dalam kontrak.

”Silakan bisa dicek dan dipantau oleh siapa pun kalau proyek saya. Saya terbuka, karena memang sudah dikerjakan sesuai prosedur,” klaimnya.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia