Sabtu, 23 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

Tolak UU MD3, Mahasiswa Demo Kantor DPRD

Kamis, 22 Feb 2018 20:25 | editor : Abdul Basri

PROTES:Mahasiswa melaksanakan salat Gaib di depan kantor DPRD Sumenep kemarin.

PROTES:Mahasiswa melaksanakan salat Gaib di depan kantor DPRD Sumenep kemarin. (DARUL HAKIM/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sumenep (GMS) menggelar aksi Rabu (21/2). Mereka menolak revisi tiga pasal Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Mereka menilai, gagasan itu tidak relevan dengan asas demokrasi. 

Usai berorasi, sejumlah mahasiswa itu melaksanakan salat Gaib sebagai tanda matinya demokrasi. Dalam aksi tersebut, sempat terjadi ketegangan dan kericuhan antara demonstran dan aparat kepolisian. Sebab, pengunjuk rasa memaksa masuk kantor DPRD.

”Kami mengecam keras tindakan DPR yang diktator dan otoriter. DPR seenaknya sendiri merevisi UU MD3 untuk keuntungan mereka sendiri,” kata korlap aksi Mahfud Amin.

Menurut dia, para wakil rakyat telah menzalimi dan mengkhianati rakyat. Juga mencederai nilai demokrasi. ”Lahirnya sejumlah pasal dalam revisi UU MD3 merupakan sebuah kemunduran demokrasi karena bertentangan dengan UU 1945. Ini jelas DPR mau melindungi diri sendiri dari kritik,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma yang menemui massa mengaku sangat terkejut. Namun, pihaknya tidak berwenang menolak. ”Karena pembahasannya di pusat. Sedangkan kami di daerah,” ucap politikus PKB tersebut.

Pria asal Kecamatan Talango itu menjelaskan, hal itu merupakan gagasan DPR pusat, bukan dari bawah. Meski demikian, dia akan menerima masukan tersebut untuk meningkatkan kinerja para wakil rakyat di Sumenep.

(mr/rul/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia