Rabu, 20 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Pasutri Pengedar Narkoba Diciduk

Kamis, 22 Feb 2018 20:26 | editor : Abdul Basri

KOMPAK: Naryadi dan Miswati, pasutri pengedar SS, diamankan Satreskoba Polres Sumenep Selasa malam (20/2).

KOMPAK: Naryadi dan Miswati, pasutri pengedar SS, diamankan Satreskoba Polres Sumenep Selasa malam (20/2). (HUMAS POLRES SUMENEP FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Sebagai pasangan suami istri (pasutri), Nuryadi, 33, dan Miswati, 40, termasuk kompak. Sayangnya, kekompakan keduanya bukan untuk hal positif, melainkan hal buruk. Pasutri yang tinggal di Dusun Ares Tengah, Desa Totosan, Kecamatan Batang-Batang, itu ditangkap atas dugaan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Nuryadi dan Miswati ditangkap Selasa (20/2) sekitar pukul 18.30. Saat ditangkap, keduanya tidak melakukan perlawanan.

Awalnya, polisi mengamankan Miswati. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita satu poket kecil SS seberat 1,04 gram yang dibungkus plastik merah dan tisu. Barang haram tetsebut disembunyikan di dalam tas bersama satu unit handphone dan satu unit sepeda motor dengan nopol B 4885 TKL.

Dia ditangkap di Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang. Setelah menangkap Miswati, Korps Bhayangkara melakukan pengembangan. Beberapa saat kemudian, polisi menangkap suaminya, Nuryadi, di kediamannya di Dusun Ares Tengah, Desa Totosan, Kecamatan Batang-Batang.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukit menjelaskan, penangkapan tersebut berdasar laporan. Warga mencurigai pasutri itu sering melakukan transaksi SS. ”Setelah kami lakukan penyelidikan dan memastikan laporan tersebut, kemudian kami melakukan penangkapan dan mendapati tersangka membawa barang bukti SS di dalam tas si istri,” jelasnya.

Kepada petugas, Miswati mengaku mendapat barang haram tersebut dari tangan YS (inisial), warga Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Saat ini petugas masih mengejarnya. ”Tersangka ini mengaku membeli sabu dari YS yang saat ini masih dalam pengejaran,” terang Mukit.

Mantan Kapolsek Lenteng tersebut menjelaskan, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1, subsider pasal 132 ayat 1, UU 35/2009 tentang Narkotika. Atas perbuatannya, keduanya terancam hukuman 12 tahun penjara. 

(mr/aji/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia