Jumat, 22 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Tidak Semua Pelaku Usaha Harus Punya IUMK

Jumat, 23 Feb 2018 16:51 | editor : Abdul Basri

LARIS: Pedagang kaki lima berjualan di area Monumen Arek Lancor kemarin.

LARIS: Pedagang kaki lima berjualan di area Monumen Arek Lancor kemarin. (GHINAN SALMAN/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Pelaku usaha mikro di Kota Gerbang Salam sangat banyak. Yang terdata sampai saat ini berjumlah 195.554 pelaku usaha. Tetapi, hanya 7.348 usaha yang sudah memiliki izin usaha mikro kecil (IUMK). Sementara sisanya, yakni 188.206 usaha mikro belum memiliki IUMK.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pamekasan A.M. Yuliono mengatakan, tidak semua pelaku usaha mikro harus memiliki IUMK. Ada kategorisasi yang mewajibkan pelaku usaha mikro memiliki IUMK. Misalnya, omzet per tahun berkisar Rp 20 juta–Rp 50 juta.

Menurut Jon­ –panggilan A.M. Yulianto, pedagang kaki lima (PKL) juga termasuk bagian dari pelaku usaha mikro. Akan tetapi, tidak semua PKL harus memiliki IUMK. ”Karena ada PKL yang omzetnya kecil, ada juga yang mencapai Rp 20 juta setahun,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura Kamis (22/2).

Jon menjelaskan, Pemkab Pamekasan merupakan daerah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelaku usaha mikro. Di daerah lain tidak ada pelaku usaha yang memiliki izin tersebut. ”Kami punya inisiatif untuk mendata dan membantu mengurus IUMK. Memang masih banyak yang belum punya IUMK,” katanya.

Pedagang yang berjualan di pasar termasuk pelaku usaha mikro. Menurut dia, meski mereka tidak memiliki IUMK tidak masalah. Sebab, yang menjadi dasar pelaku usaha harus ber-IUMK omzet yang diperoleh setiap tahun. ”Jadi tidak semua harus ber-IUMK,” pungkasnya.

(mr/ghi/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia