Rabu, 20 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Features

Kesehatan Bocah Sembilan Bulan Korban Kekerasan Semakin Baik

Kamis, 08 Mar 2018 00:06 | editor : Abdul Basri

MEMBAIK: A, bocah sembilan bulan asal Kecamatan Ketapang, menjalani perawatan di Ruang Cempaka RSUD dr Muhammad Zyn Sampang.

MEMBAIK: A, bocah sembilan bulan asal Kecamatan Ketapang, menjalani perawatan di Ruang Cempaka RSUD dr Muhammad Zyn Sampang. (RUSYDI ZAIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Pemerintah bertanggung jawab terhadap kesehatan warga. Lebih-lebih mereka yang kurang mampu. Termasuk bayi sembilan bulan yang mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya.

Sepekan sudah bocah sembilan bulan berinisial A mendapat penanganan medis. Anak asal Kecamatan Ketapang, Sampang itu diduga menjadi korban kekerasan orang terdekat. Saat itu dia tidak sadarkan diri dan mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya.

Pukul 10.30 Kamis (1/3), A masuk ke Klinik Al-Madinah di Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang. Saat itu dia tidak sadarkan diri. Neneknya, Misrati, 48, warga Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, yang membawanya ke klinik tersebut.

Hasil pemeriksaan tim medis, bocah malang tersebut luka di sekujur tubuhnya. Yakni, luka lecet di telinga kiri, luka lecet dagu kiri, dan luka lebam di dada kiri. Selain itu, luka lebam pergelangan tangan, dua luka lebam bahu kiri, dan tiga luka lebam di atas lutut.

Misrati tidak mengetahui pasti lebam di tubuh cucunya itu bekas penganiayaan atau bukan. Sebab, ibu kandung anak itu, Sutiya, mengaku luka itu karena terjatuh. Misrati menuturkan, Sutiya memang ada masalah dengan suaminya. Tetapi, mereka belum resmi bercerai.

Setelah itu, A dirujuk ke RSUD dr Muhammad Zyn Sampang. Di rumah sakit pelat merah itu A mendapat penanganan intensif. Pihaknya sudah membentuk tim medis khusus untuk menangani bayi tersebut. Kondisi pasien semakin membaik.

Hingga Rabu (7/3), bayi laki-laki itu masih tergeletak di tempat perawatan. Petugas kesehatan berusaha agar kondisinya semakin baik. Berbagai upaya dilakukan agar anak lucu tersebut kembali ceria.

Biaya perawatan pasien akan dicarikan dan ditanggung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang. Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi menegaskan, pihaknya akan bertanggung jawab terhadap biaya perawatan anak kurang mampu dan menjadi korban kekerasan itu. ”Biaya akan kami carikan, yang penting anak itu dirawat dulu,” katanya.

Menurut Firman, dana yang akan digunakan untuk membantu biaya perawatan bayi tersebut harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak seperti BPJS Kesehatan dan semacamnya. ”Kami sekarang sedang berupaya. Kami akan mengikuti prosedur biar tidak ada masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Direktur RSUD dr Muhammad Zyn Sampang Titin Hamidah menerangkan, kondisi bocah sembilan itu semakin membaik. Kesadaran dan kesehatan fisiknya mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, bayi di bawah lima tahun (balita) yang ditinggal bapaknya saat masih berumur tiga bulan dalam kandungan itu sudah pindah ruangan.

Sebelumnya dia menempati ruang intensif. Kini pindah ke ruang perawatan anak Cempaka. Itu dilakukan oleh tim medis karena kondisinya sudah sadar dan membaik. ”Alhamdulillah sudah membaik. Sudah sadarkan diri. Mulai kemarin dipindah ke ruang perawatan anak,” terangnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Heri Kusnanto mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan ibu kandungnya masih dalam penyelidikan. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis. ”Kami belum bisa memastikan pelakunya adalah ibunya sendiri,” singkatnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia