Selasa, 19 Jun 2018
radarmadura
icon featured
Ekonomi Bisnis

BPH Migas Pastikan Pom Mini Ilegal

Minggu, 11 Mar 2018 15:00 | editor : Abdul Basri

MENJAMUR: Salah satu pom mini di wilayah Kecamatan Kota Sumenep.

MENJAMUR: Salah satu pom mini di wilayah Kecamatan Kota Sumenep. (MUSTAJI/Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Keberadaan SPBU mini semakin menjamur. Namun, keberadaan pom mini sebagai penjual bahan bakar minyak (BBM) dinilai ilegal. Seperti yang diungkapkan anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Hendry Ahmad.

Menurut dia, keberadaan pom mini sebagai usaha niaga BBM adalah ilegal. Ada tiga alasan yang membuat pom mini berstatus ilegal. Pertama, tidak memiliki dasar perundang-undangan yang ditandai dengan tidak adanya izin usaha niaga BBM.

Kedua, belum ada sertifikasi bahwa peralatan yang digunakan memenuhi standar pendistribusian BBM. Ketiga, belum ada uji tera untuk peralatan niaga BBM. Dispenser atau pom mini itu tidak ada jaminan standar peralatan distribusi BBM. Padahal, setiap niaga harus ada teranya.

”Dalam hal ini bisa dipastikan mereka ilegal. Yang jelas, pom mini atau pertamini atau apa pun namanya, yang di luar penyalur resmi adalah penjualan ilegal,” ungkapnya Sabtu (10/3).

Hendry menyayangkan masifnya penyebaran pom mini. Menurut dia, penyebaran pom mini bukan hanya ada di Sumenep. Tetapi, hampir di seluruh wilayah di Indonesia. ”Hal ini perlu disosialisasikan agar masyarakat tahu dan tidak mengembangkan pom mini atau pertamini ini,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada SPBU sebagai pihak peniaga yang sah untuk tidak menjual atau melayani pembelian dari para pemilik pom mini. Sesuai peraturan, SPBU seharusnya hanya menjual BBM langsung kepada pengguna.

”Yang boleh itu seperti ini, misalnya ada sekelompok tukang ojek yang ingin beli BBM secara kelompok. Mereka boleh diwakili oleh satu orang. Tapi, itu pun harus mengurus izin terlebih dahulu, dan hasil belinya hanya digunakan untuk kelompok itu sendiri. Bukan untuk dikomersialkan lagi,” terangnya.

Dia meminta masyarakat melaporkan jika mengetahui ada SPBU yang menjual BBM ke pengepul atau pemilik usaha niaga BBM ilegal. ”Kalau ada SPBU yang nakal seperti itu, sampaikan kepada kami. Akan kami tindak lanjuti. SPBU tidak boleh menjual kepada mereka pengepul, tapi harus langsung ke pengguna,” pungkasnya.

(mr/aji/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia